Melihat Belut Raksasa “Morea” di Ambon

Melihat Belut Raksasa “Morea” di Ambon

SHNet – Pada awal bulan ini, tepatnya tanggal 5 Juli 2019, saya berkesempatan mengunjungi Kota Ambon, Maluku.

Maluku ternyata tidak hanya memiliki keindahan pantainya saja, lho. Ternyata daerah yang dikenal sebagai City of Music ini memiliki juga keunikan khusus. Ada hewan raksasa yang berada di Kabupaten Maluku Tengah.

Hewan tersebut berupa belut berukuran besar dan jumlahnya ratusan dan mereka hidup di sebuah kolam yakni Kolam Air Waiselaka. Warga sekitar menyebut belut raksasa tersebut sebagai Morea.

Kolam Air Waiselaka berada di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah tak jauh dari Kota Ambon. Kita dapat berkendara sekitar 30 sampai 40 menit dari Kota Ambon ke wilayah tersebut. Kolam ini memiliki air yang jernih dan punya lubang yang diyakini warga setempat terhubung ke laut.

Warga setempat yang tinggal di sekitar kolam tetsebut sangat menjaga keberadaan belut raksasa Morea. Mereka tidak akan menyakiti ataupun memakan hewan tersebut. Anak-anak sekitar yang bermain air di kolam air bahkan juga diajarkan agar mereka ikut menjaga kelestarian belut Morea.

Sebaliknya, mereka bahkan memelihara kebersihan kolam supaya tetap jernih dan menjaga agar mata air di daerah tersebut tetap terjaga. Warga sekitar juga memanfaatkan kolam air tersebut untuk kegiatan sehari-hari seperti membersihkan sayur mayur untuk memasak serta mencuci pakaian meskipun tanpa detergen.

Beberapa warga juga ada yang menjadi pawang belut raksasa ini. Mereka memanfaatkan kedatangan para wisatawan lokal maupun mancanegara dengan menarik uang dalam jumlah tertentu jika diminta untuk memanggil belut tersebut keluar dari sarangnya.

Uang dari para wisatawan tersebut sebenarnya hanya untuk mengganti biaya telur ayam yang digunakan untuk memberi makan belut Morea. Pada waktu itu kami ditarik biaya pengganti sekitar Rp 75 ribu untuk memberi makan belut dengan tiga butir telur ayam.

Tapi jumlah tersebut sangat sepadan dengan keluarnya belut raksasa Morea yang ukurannya sangat besar dan jumlahnya banyak sekali.

Tarifnya pun sangat terjangkau dan tidak terlalu mahal untuk kawasan wisata. Jika Pemerintah daerah setempat bisa mengelola kawasan wisata ini dengan baik tentu para wisatawan bisa ditarik retribusi untuk meningkatkan pendapatan daerahnya.

Warga yang menjadi pawang biasanya membawa telur ayam mentah dan menjentik-jentikkan jari tangannya untuk membuat belut Morea keluar dari sarangnya. Bau amis dari telur ayam akan mengundang kedatangan puluhan belut untuk keluar. Hal inilah yang sangat menarik bagi wisatawan karena kawanan belut Morea berebut untuk memakan kuning telur yang dibawa oleh pawang.

Menurut salah seorang warga setempat, Embo menuturkan bahwa keberadaan belut raksasa Morea memang sangat dijaga oleh masyarakat di desa tersebut. Warga sekitar bahkan percaya bahwa belut-belut tersebut datang dari laut yang berada tidak jauh dari desa.

“Belutnya ada yang berukuran besar sekali. Kami juga menjaga agar belut Morea bisa tetap hidup di kolam ini,” katanya.

Sementara itu, seorang ibu bernama Leli mengaku bahwa dirinya juga sering memanfaatkan air di kolam itu. “Kami sangat terbantu dengan keberadaan kolam air yang bersih ini. Adanya belut raksasa Morea juga bisa jadi objek wisata sehingga menarik banyak wisatawan ke desa kami. Kami harap Pemerintah daerah bisa lebih mempromosikan keberadaan wisata belut raksasa ini,” katanya.

Salah seorang wisatawan, Sandy mengaku baru pertama kali melihat belut Morea yang berukuran “jumbo” ini di Indonesia. Meskipun ukurannya cukup besar, ternyata belut Morea sangat jinak.

“Saya baru kali pertama melihat belut yang ukurannya “jumbo” ini. Belut Morea ini juga jinak dan bisa bersahabat dengan manusia yang tinggal di sekitar kolam air ini,” katanya.

Sandy menyatakan, adanya tempat wisata seperti ini harusnya bisa lebih dipromosikan ke daerah lain di Indonesia bahkan di mancanegara. Sebab, wisata belut raksasa ini hanya ada di Indonesia dan hal ini bisa menarik lebih banyak wisatawan datang ke Ambon.

“Saya harap Pemda setempat bisa mengelola tempat wisata ini dengan lebih baik lagi. Belut Morea ini bisa menjadi destinasi wisata yang bakal didatangi wisatawan karena belut raksasa ini ukurannya sangat besar dan jumlahnya cukup banyak,” katanya. (Ristyan)