Kuaci Bunga Matahari dari Desa Serangan, Bali

Kuaci Bunga Matahari dari Desa Serangan, Bali

SHNet, Jakarta – Sejumlah anak menyaksikan bunga matahari yang ditanam di Balai Latihan Kerja Pengembangan Ekologi Terpadu BLK-PET di Serangan, Denpasar, Bali.

Mereka menikmati keindahan bunga berwarna dominan kuning itu bermekaran.

Anak-anak Sekolah Dasar‎ yang belum pernah mengetahui bunga matahari ini, mengaku senang.

Karena saking senangnya Putu Sintia (12), warga Serangan, akhirnya meminta benih bunga yang bisa diolah menjadi kuaci ini.

“Saya dulu lihat pertama kagum dan bagus sekali. Terus pulang minta benih ke bapak (Sulistiyo). Saya sekarang punya tiga bunga matahari yang sudah hampir berbunga,” ujarnya kepada Tribun Bali.

Fasilitator pengembangan bunga matahari Sulistyo menjelaskan, pihaknya pertama kali menanam bunga matahari hanya sepuluh bibit bunga.

Seiring berjalannya waktu, bunga matahari terus bertambah.

Menurut pengelolanya, rencananya akan dibuat sebuah usaha biji bunga matahari.

Bibit-bibit bunga yang dibawanya dari Aceh ini, ia tanam selama tujuh bulan dan kini jumlahnya sudah mencapai ratusan bunga matahari siap panen.

“Perawatan bunga matahari cukup mudah, pupuk organik dari kotoran sapi dan air yang cukup banyak, akan mempercepat pertumbuhan biji bunga matahari. Sekarang diameter bunga matahari sudah sampai 20 cm lebih, kalau sudah tua dan nampak mengering sudah siap panen,” ujarnya sembari menjelaskan bunga matahari kepada anak-anak sekolah yang mengunjungi kebun kemarin.

Karena pada beberapa minggu lagi panen, pihaknya diperkirakan bisa mendapatkan biji matahari dengan berlimpah.

Biji bunga matahari yang cukup langka ditanam secara pribadi ini, memang banyak dicari terutama pemilik hewan peliharaan seperti hamster, burung dan bisa jadi makanan camilan manusia (kuaci). (Maya)