Jelajah Magelang Tak Cukup Sehari

Jelajah Magelang Tak Cukup Sehari

SHNet, Magelang- Berkunjung ke Magelang, umumnya wisatawan berkunjung ke Candi Borobudur.

Candi Borobudur memang merupakan ikon wisata Magelang yang masuk 10 destinasi prioritas.

Magelang memiliki segudang destinasi wisata. Tidak hanya wisata alam, tetapi juga budaya dan kuliner.

Berkeliling desa dengan VW Safari
(SHNet/Stevani Elisabeth)

Pemerintah Kabupaten Magelang terus mengembangkan destinasi wisata di sekitar Borobudur. ” Wisatawan melihat Borobudur dari sisi yang lain,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Pariwisata Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso dalam media gathering yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Pariwisata dan Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, di MesaStila Resort and Spa Magelang, Rabu (10/7).

Ia mengatakan, pemerintah Kabupaten Magelang mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.

Bila berkunjung ke Magelang, ada beberapa destinasi yang bisa dikunjungi, selain Candi Borobudur.

Wisatawan yang ingin melihat matahari terbit bisa berkunjung ke Puntuk Setumbuh, Gereja Ayam, Bukit Menoreh dan sebagainya.

“Jelajah Magelang tak cukup sehari,” lanjut Iwan.

Ini memang terbukti ketika kami mengunjungi beberapa destinasi sekitar Borobudur pada Kamis (11/7).

Mulai dari berkeliling desa dengan VW safari atau VW camat, mengunjungi sentra pembuatan gerabah di Desa Klipoh, atraksi budaya di Omah Mbudur dan Desa Bahasa.

Menyaksikan atraksi budaya di Omah Mbudur. (SHNet/Stevani Elisabeth)

Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), menjadi mesin penggerak pariwisata di destinasi branding Joglosemar (Jogya, Solo, dan Semarang) yang tahun ini ditargetkan bisa dikunjungi 2 juta wisman.

Target itu 10 persen dari target nasional pada 2020 sebesar 20 juta wisman.

Akses menuju Magelang dapat melalui bandara di Semarang, Yogyakarta dan Solo.

“Pariwisata Magelang didukung unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai sehingga menjadi destinasi andalan di Joglosemar,” kata Iwan.

Sementara itu untuk amenitas, kata Iwan, Magelang memiliki hotel berbintang, resort, serta homestay yang tersebar di 51 desa wisata termasuk di desa pinggiran komplek Borobudur.

Kerajinan gerabah.(SHNet/Stevani Elisabeth)

Perkuat story telling

Karo Komblik Kemenpar Guntur Sakti pada kesempatan itu mengusulkan agar Magelang menjadi destinasi pertama yang menjual experience tourism dengan memperkuat story telling pada porfopolio bisnis pariwisatanya (culture, nature, dan manmade).

Story telling itu akan membuat wisatawan menjadi penasaran untuk datang ke Magelang. “Secara khusus Wapres Jusuf Kalla meminta kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk membuat story telling Borobubur agar lebih menarik di kalangan milenial,” kata Guntur Sakti.

Pesan dari story telling tersebut, kata Guntur Sakti, dapat disesuaikan dengan target audiensi yang akan disasar.

Misalnya, target audien dari kelompok anak-anak diharapkan mereka akan mudah memahami sehingga bisa menjadi influencer karena mereka dapat menceritakan mengenai Borobudur dengan lebih baik.

“Magelang yang memiliki 5 gunung, 15 candi, dan 210 daya tarik wisata petualangan tentunya menjadi ladang yang menarik untuk story telling. Wisatawan akan dibuat penasaran untuk mendapatkan pengalaman atau experience tourism ketika berkunjung ke Magelang,” kata Guntur Sakti.

Pengembangan pariwisata Magelang, menurut Ketua Pesona Magelang (Pesma) Syahrudin, tidak lagi tersentral ke Candi Borobudur melainkan sudah menyebar ke berbagai destinasi sehingga kini tumbuh banyak daya tarik wisata baru di antaranya wisata petualang (adventure) yang dikelola masyarakat setempat (komunitas).

Banyak produk pariwisata baru yang dikelola masyarakat antara lain Arung Jeram Sungai Elo, pemandian air hangat Candi Umbul, Ketep Pass, petualangan (tracking) Gunung Andong, dan agrowisata Kebun Kopi di sekitar MesaStila Resort and Spa Magelang.

Tahun lalu jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Magelang mencapai 6,36 juta terdiri atas 5,9 juta wisnus dan 350.000 wisman yang sekitar 80 persen di antaranya mengunjungi Candi Borobudur.

Sementara pada 2019 target kunjungan wisatawan ke Magelang sebesar 7 juta terdiri atas 6,5 juta wisnus dan 500.000 wisman yang sebagian besar mengunjungi Candi Borobudur serta destinasi wisata di sekitar Kabupaten Magelang. (Stevani Elisabeth)