Festival Banjar 2019 Ajang Promosi Pariwisata Kalimantan Selatan

Festival Banjar 2019 Ajang Promosi Pariwisata Kalimantan Selatan

Festival Banjar 2019 di Museum Nasional Jakarta. (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta– Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kerukunan Bubuhan Banjar se-Jabodetabek menggelar Festival Banjar 2019, di Jakarta, 15-21 Juli 2019.

Ketua Pelaksana Festival Banjar 2019 Dr Rosiyati Mh Thamrin, SE, MM mengatakan, event ini bertujuan untuk mempromosikan ragam budaya Banjar dan Dayak Meratus kepada masyarakat Jakarta dan perwakilan negara sahabat yang ada di Indonesia.

Selain itu, sebagai ajang silahturahmi warga Banjar yang ada di wilayah Jabodetabek. “Banyak masyarakat Banjar yang ada di perantauan. Mereka yang rindu kampung halaman bisa datang ke Festival Banjar yang digelar di Museum Nasional maupun car free day di Bundaran HI,” ujarnya.

Menurutnya, Festival budaya Banjar merupakan ekspresi semangat dan tekad bersama orang Banjar untuk mengoptimalkan peran dan sumbangsih bagi kemajuan dan kesejahteraan Kalimantan Selatan.

Replika jukung yang memuat kuliner khas Banjar. (SHNet/stevani elisabeth)

Dia menambahkan, ada tiga acara besar dalam Festival Banjar 2019 yakni parade budaya Banjar, Halal bi Halal Bubuhan Banjar sedunia dan bazar/expo yang digelar dalam bentuk replika pasar terapung.

“Harapan kami, Festival Banjar ini dapat digelar setiap tahun sehingga dapat mendorong percepatan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan baru di luar sektor pertambangan dan perkebunan yang sudah ada di Kalsel,” kata Rosiyati.

Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir mengatakan Festival yang menampilkan ragam budaya Indonesia merupakan langkah strategis dalam menampilkan citra, postur serta potensi pariwisata, perdagangan dan investasi berbagai provinsi kepada masyarakat luas termasuk para duta besar negara sahabat.

Perwakilan negara sahabat yang ada di Jakarta diundang ke Festival Banjar. Mereka akan mengayuh Jukung di parade.

“Kita mengundang perwakilan negara sahabat ikut mengayuh jukung dari Museum Nasional ke Bundaran HI,” lanjut Fachir. (Stevani Elisabeth)