Erick Thohir-Sandiaga Uno Akan Dipersatukan Milenial Jokowi-Prabowo

Erick Thohir-Sandiaga Uno Akan Dipersatukan Milenial Jokowi-Prabowo

PERTEMUAN - KitaSatu dan Gerakan Milenial Indonesia (GMI) saat melakukan temu media di Kawasan M Poin Lapangan Roos Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/7) sore, jelang pertemuan Erick Thohir dan Sandiaga Uno. (SHNet/Nonnie Rering)


SHNet, JAKARTA – Dua kelompok milenial kedua pasangan calon Pilpres 2019, KitaSatu dan Gerakan Milenial Indonesia (GMI) menggelar acara kolaborasi mempertemukan Erick Thohir dan Sandiaga Uno di Kemang Village, Jakarta, Sabtu (13/7).

“Momentum Pilpres 2019 yang lalu generasi milenial di kedua kubu telah menunjukkan peran penting. Milenial menjadi vote-getter yang signifikan bagi masing-masing calon. Hampir semua berkisar di isu-isu terkait milenial,” jelas Arief Rosyid selaku inisiator acara dalam temu media di kawasan M Point, Lapangan Ros Tebet, Jakarta, Jumat (12/7) sore.

Ditambahkan, penggerak kampanye kreatif di kedua kubu juga adalah generasi milenial. Peran mereka sangat dominan. Walaupun sempat berbeda pandangan, milenial di semua kubu memiliki kepentingan yang sama, yakni bukan sekedar menjadi objek suara namun ikut menentukan perubahan.

“Milenial ingin segera mengakhiri rivulets Pilpres. Kita perlu bergerak dari tahapan kompetisi ke tahapan kolaborasi, sama-sama membangun bangsa,” tegas Arief yang juga mantan  jubir Milenial Jokowi – Amin. Pada kesempatan yang sama, Sasha Tutuko selaku Koordinator Nasional GMI, mengatakan generasi muda Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat diasah melalui berbagai kolaborasi.

“Acara kolaborasi ini dilakukan sebagai usaha menjaga persaudaraan dalam politik.Kami mengubah posisi masing-masing.Dalam demokrasi kan ada mekanisme check and balance,” ungkap Sasha.

Dikesempatan tersebut Sasha mengutip pesan Sandiaga Uno selaku Pembina GMI, anak muda harus dapat bekerjasama membagun negeri ini dengan semangat persatuan Indonesia. Perbedaan yang ada, jangan sampai merusak persaudaraan diantara generasi muda.

Sebagai tanggungjawab moral pemuda-pemudi generasi milenial dapat menghiasi perbedaan dengan bentuk yang sebaik mungkin. GMI sangat antusias terlaksananya kolaborasi ini, kedepannya bisa menjadi teladan kedua belah pihak untuk tetap harmoni dalam ‘Melampaui Perbedaan’.

Hal yang sama disampaikan Pradana Indraputra sebagai Koordinator KitaSatu mengatakan, demokrasi bukan hanya tentang hasil, tapi juga prosesnya. Bagaimana bangsa Indonesia bisa belajar, membangun pengalaman bersama.

“Seperti Pak Jokowi yang tidak pernah membeda-bedakan kelompok manapun. Selalu menerima dengan tangan terbuka. Kita memilih demokrasi agar bangsa kita semakin kuat,” jelas Pradana. Diharapkan pemerintahan kedepan perlu punya roadmap pembangunan SDM Milenial. Agar ada legacy yang jelas dalam menghadapi tantangan di masa depan.Generasi milenial siap terlibat dalam pemerintahan dan memegang tanggung jawab yang lebih besar. (Nonnie Rering)