Desa Sigapiton Mulai Dikembangkan untuk Pariwisata

Desa Sigapiton Mulai Dikembangkan untuk Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengunjugi homestay yang ada di Desa Sigapiton. (Dok. Kemenpar)

SHNet, Samosir- Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) kini tengah dikembangkan menjadi desa wisata untuk memperkuat kawasan pariwisata Danau Toba.

Semula desa ini merupakan pusat pengembangan budidaya bawang merah yang berkualitas baik dan punya rasa yang khas.

Menurut Sekretaris Daerah Sumatera Utara Dr Ir R Sabrina, MSi, Desa Sigapiton memiliki potensi agrowisata dan pariwisata bak mutiaratersembunyi di balik keindahan Danau Toba

“Saya melihat Desa Sigapiton terletak di dinding Danau Toba memiliki potensi besar, yang dapat dikembangkan, terutama untuk sektor pariwisata, baik itu dari potensi agrowisata maupun dari sisi pariwisatanya,” ujar Sabrina.

Ia menambahkan, pariwisata memiliki dampak yang positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Selain itu, dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Sumatera Utara.

Beberapa hari yang lalu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengunjungi homestay yang ada di Desa Sigapiton Kabupaten Toba Samosir yang sedang dibina menjadi desa wisata.

Kepada masyarakat Sigapiton, Menpar berjanji untuk menjadikan kampung ini sebagai Desa Wisata. Karena itu, dia meminta kepada Badan Otorota Pariwisata Danau Toba (BOPDT) untuk menjadi “bapak asuh” untuk melatih hospitality, mengurus homestay, menjaga kebersihan dan menata lingkungan, serta membuat dan menyajikan kuliner berstandar pariwisata.

“Saya menugaskan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, untuk melakukan bimbingan teknis langsung ke masyarakat yang materinya 70 praktik dan 30 persen teori, bagaimana menata interior yang bagus, baik homestay maupun restoran,” kata Menpar.

Kedua, ibu-ibu diarahkan untuk diajari tata boga, kuliner, hingga menata makanan agar menarik. Ketiga, manajemen kamar, homestay, agar ditata dengan rapi dan satu manajemen.

Menpar juga meminta agar segera menunjuk satu anak muda, yang paham digital, untuk bisa menggunakan teknologi bagi reservasi maupun pembayaran. Tenaga muda kreatif itu juga diperlukan untuk mengoperasikan sistem pemesanan kamar dan cara pembayaran yang memudahkan traveler untuk memesan sampai membayarnya secara digital.

“Itu agar nanti anak muda itu menjadi semacam Resort Manager. Dan bapak ibu harus patuh pada manajemen,” katanya.

Tenaga muda kreatif itu bisa saja lulusan Poltekpar Medan, atau dari mana saja, yang memahami hospitality dan sifatnya membantu. Ia dipekerjakan oleh BOPDT, hanya untuk mengurus manajemen amenitas di kawasan Danau Toba.

“Khusus untuk pelatihan penataan kamar, kuliner dan penyajiannya, nanti Hotel Inna Parapat diharapkan untuk membantu menularkan ilmunya,” kata Menpar Arief Yahya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memastikan pembangunan fasilitas pendukung pariwisata kawasan sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, dari unsur atraksi, aksesibilitas, dan amenitas berjalan sesuai yang direncanakan. (Stevani Elisabeth)