Cegah Peredaran Narkoba di Desa, BNN Gelar Desa Bersih Narkoba

Cegah Peredaran Narkoba di Desa, BNN Gelar Desa Bersih Narkoba

Remaja di desa-desa rentan terpapar narkoba (Ist)

SHNet, Jakarta –  Peredaran narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) kini sudah menyebar ke tingkat desa. Situasi ini jelas mengkhawatirkan karena selama ini persepsi yang muncul. perdagangan narkoba hanya menjangkiti warga di perkotaan.

Berdasarkan Potensi Desa (Podes) yang diluncurkan Badan Pusat Statistik (BPS), penyalahgunaan atau peredaran narkoba di desa mencapai 14,99 persen dari jumlah desa di Indonesia sebanyak 74.957 desa.

Mengapa peredaran narkoba bisa menyentuh warga di pedesaan?

Boleh jadi, karena ruang gerak mafia penjual dan pengedar di perkotaan semakin sempit karena pengawasan ketat dari aparat penegak hukum. Kerjasama antara BNN, Polri, Bea dan Cukai dan TNI dalam pemberantasan narkotika cukup massif sehingga membuat mereka kerepotan dalam menjalankan bisnis haram itu.

Selain itu, dalam empat tahun terakhir, pendapatan per kapita di desa meningkat hampir 50 persen sehingga daya beli masyarakat desa pun naik. Hal ini  akan dilihat oleh para pengedar narkoba sebagai suatu peluang untuk menjadikan desa sebagai pasar mereka.

Untuk mencegah sekaligus memberantas praktik mafia jual beli narkoba di desa-desa,  Badan Narkotika Nasional (BNN) melaksanakan program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba. Program ini akan  menyasar ke seluruh desa di 34 provinsi Indonesia, khususnya desa tertinggal dan terluar.

BNN menganggarkan dana sebesar Rp1,5 triliun untuk melaksanakan program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba)

Dalam pelaksanaan program Desa Bersinar, BNN akan bekerja  sama dengan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri untuk kerjasama pemberdayaan kepala desa.

Sedangkan, kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi adalah anggaran desa yang akan dipergunakan untuk program tersebut.. Anggaran desa, kerja sama dengan Kementerian Desa, itu bisa digunakan untuk P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

Program Desa Bersinar akan dikembangkan untuk upaya rehabilitasi masyarakat yang terpapar narkoba di desa, dan menerapkan sanksi sosial agar ada efek jera bagi pengguna narkoba.

Kepala BNN Heru Winarko menjelaskan program Desa Bersinar akan dikembangkan bagian upaya rehabilitasi masyarakat yang terpapar narkoba di desa, dengan menerapkan sanksi sosial sesuai hukum adat setempat sehingga memberikan efek jera bagi pengguna narkoba.

“Bagaimana ada sanksi-sanksi sosial yang ada itu, akan kita kembangkan jadi desa itu benar-benar bersih dari narkoba. Desa-desa di kota dan termasuk di desa di pinggiran,” katanya.

Program Desa Bersinar bagian strategis untuk menghentikan supply reduction (pengurangan pemasokan) dikurangi untuk mitigasi dan adanya demand reduction (pengurangan permintaaan) ini salah satu dengan mengendalikannya di desa tersebut.

“Nantinya anggaran desa bisa digunakan untuk P4GN, jadi desa bersinar bisa dioptimalkan dengan dukungan anggaran dalam Musrendes, termasuk pembangunan sunber daya manusia,” paparnya.

Dia menjelaskan, sejauh ini ada beberapa provinsi yang telah memiliki peraturan daerah dalam menentukan pengimbangan anggaran pusat dan daerah sehingga menjadi acuan dalam penerapannya.  (Victor)