Berburu Oleh-oleh Ikan Asap Khas Ambon

Berburu Oleh-oleh Ikan Asap Khas Ambon

A: Kalau pergi ke Ambon jangan lupa beli oleh-oleh yaa…

B : Siap…tapi oleh-olehnya apa ya…kalau dari Ambon?

Langsung deh browsing di internet. Ternyata banyak banget daftarnya. Mulai dari makanan, pakaian, minyak kayu putih dan lain sebagainya.

Itu penggalan dialog antara dua orang beberapa waktu lalu. Oleh-oleh merupakan hal yang lazim ditanyakan jika seseorang berpergian ke suatu tempat yang lain. Tentunya, oleh-oleh juga menjadi sebuah kenangan yang tak akan terlupa.

Ketika kita berpergian ke suatu tempat, selain menikmati keindahan alam dan kuliner khas tempat tersebut, tentunya ada hal lain yang bisa dirasakan.

Kali ini saat bertugas untuk kali pertama ke Ambon, Provinsi Maluku, saya sempat bingung ketika ditanya keluarga di rumah untuk membawa oleh-oleh. Ternyata, kota Ambon yang dikenal sebagai City of Music ini memiliki banyak sekali daftar oleh-oleh khas daerah ini.

Kali ini pilihan saya jatuh pada Ikan Asap. Ya, ikan merupakan salah satu makanan kesukaan keluarga saya. Isteri, anak dan mertua saya yang tinggal di rumah semuanya pecinta ikan, baik ikan air tawar maupun ikan laut. Tentu rasa ikan laut lebih nikmat.

Saya beserta teman-teman kantor pun berangkat ke sebuah tempat yang bernama Negeri Halong, Kecamatan TA Baguala di Ambon. Di tempat ini terdapat Pusat Oleh-oleh Ikan Asar Galala. Kata Asar menurut bahasa setempat dapat diartikan sebagai Asap.

Ikan asar atau ikan asap yang dijual di tempat tersebut sangat segar. Hal itu dikarenakan ikan tersebut berasal dari nelayan yang ada di daerah tersebut.

Ikan asar yang dijual terdiri dari dua jenis ikan yakni ikan cakalang dan tuna. Tapi jika kedua ikan tersebut sulit didapat, terkadang para pedagang juga menjual ikan tongkol. Harganya pun sangat terjangkau. Menurut salah seorang pedagang ikan asar, jika membeli satu bambu yang berisi dua tangkup ikan harga jualnya Rp 35.000. Tapi jika membeli 3 bambu, harganya hanya Rp 100.000.

Bagaimana dengan daya tahan ikan asar? Menurut para pedagang, ikan asar bisa tahan dalam suhu ruang sekitar 4 sampai 5 hari. Jadi para wisatawan tidak perlu khawatir karena ikan asar ini cukup tahan lama jika dijadikan oleh-oleh dari Ambon ke rumah. Nah, jika sudah sampai rumah letakkan ikan asar ke dalam kulkas. Bisa tahan satu bulan jika di simpan dalam kulkas.

Para pedagang di pusat oleh-oleh tersebut pun cekatan untuk memotong bilah bambu jika pembeli sudah membeli. Mereka juga menyediakan plastik berwarna merah serta kardus dan lakban sehingga para pembeli bisa membawa ikan asar dalam kemasan yang baik.

Plastik berwarna merah juga menjadi salah satu ciri khas tersendiri yang menunjukkan bahwa para wisatawan membawa ikan asar dari Ambon. (Ristyan Mega Putra)