Warga Desa Dukuh Olah Kulit Ikan Menjadi Kerupuk

Warga Desa Dukuh Olah Kulit Ikan Menjadi Kerupuk

×

SHNet, Jakarta – Bagi Kebanyakan orang, kulit ikan hanyalah bagian yang tidak memiliki nilai jual. Tak jarang, kulit ikan dibuang begitu saja sebelum diambil dagingnya untuk diolah. 

Hal yang berbeda dilakukan oleh ratusan orang warga desa Dukuh, Indramayu, Jawa Barat, yang mampu mengolah kulit ikan menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. 

Lebih dari 300 orang warga yang tinggal di desa ini, berprofesi sebagai pengolah kerupuk tradisional, termasuk ddidalamnya camilan kerupuk kulit ikan, yang menjadi makanan khas di kawasan Pantura. 

Untuk mengerjakan krupuk kulit ikan Remang dengan rasa yang renyah, dibutuhkan waktu lebih dari satu hari. 

Ikan jenis Remang, dikuliti bagian kulitnya hingga terpisah dari bagian dagingnya. 
Kulit ikan yang masih basah ini kemudian di jemur. Setelah kulit ikan mulai kering, barulah dipotong-potong sesuai dengan ukuran dan permintaan. 

Selain kulitnya akan dibuat menjadi kerupuk, daging ikan ini akan dijual ke pabrik kerupuk lain untuk dijadikan sebagai bahan utama kerupuk jenis lainnya.

Pada hari berikutnya, kulit ikan ini diberikan bumbu khusus/campuran antara jahe dan bawang putih serta kunir. Setelah diaduk rata, barulah kulit ikan tersebut siap di goreng. 

Saat digoreng, minyak dan kompor garus dipastikan benar-benar panas. Ketika digoreng, kulit ikan yang pada awalnya berbentuk panjang tersebut akan mengkerut oleh panasnya minyak. 

Terakhir, adalah menyiapkan proses pengemasan kulit ikan ini kedalam beberapa bentuk kemasan. Untuk kerupuk dalam kemasan berukuran kecil dijual denga harga Rp 500. Sementara untuk ukuran besar dijual dengan harga Rp 5000. 

Untuk kerupuk kulit ikan yang sudah jadi kemudian di pasarkan di Indramayu dan luar daerah seperti di wilayah Bandung dan Cirebon. (Maya)