Seru dan Menegangkan, Petrux Juara Perdana di MotoGP

Seru dan Menegangkan, Petrux Juara Perdana di MotoGP

Petrucci berhasil meraih gelar perdana MotoGP di kandang sendiri

SHNet, Firenze – Danilo Petrucci berhasil finis terdepan di sirkuit Mugello dan memenangkan MotoGP pertamanya di depan publik sendiri, pada ajangGran Premio d’Italia Oakley, Minggu (2/6) malam WIB. Pembalapa Italia berusia 28 tahun itu unggul tipis 0,043 detik dari Marc Marquez yang menguntit ketat di posisi kedua.

Menyelesaikan balapan dengan waktu tempuh 41 menit 33,794 detik, Petrucci cukup beruntung bisa memimpin lomba saat rekan setimnya dari Mission Winnow Ducati, Andrea Doviziosi melesat bersama Marquez mendahuluinya, namun jelang tikungan tajam Petrux berhasil masuk melalui sisi dalam mendahului Marquez yang menutup pergerakan Dovi hingga pesaingnya itu tercecer ke posisi ketiga.

Petrucci mampu mempertahankan posisinya di lap terakhir dari tekanan Marquez dan Dovizioso

Dovizioso bisa selamat dari persinggungan antara kedua pembalap yang menutup gerakannya dan tetap bisa mempertahankan posisinya dari sergapan pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins yang setia menguntit tiga pembalap tersebut hingga garis finis.

Pasalnya meski mampu menguasai P1 dan P3 di Mugello tapi Ducati harus kehilangan dua motor dari tim satelite-nya, dimana Jack Miller harus terhempas di tikungan 4, menyusul sesama rekan Alma Pramac Racing, Francesco Bagnaia.

Balapan memang berjalan seru sejak awal start, Marquez yang menempati pole-position langsung dikejar oleh 3 motor Ducati, yakni Desmosedici milik Petrucci, Miller dan Dovizioso, dan sempat tercecer ke posisi kelima. Sementara Alex Rins menjadi satu-satunya ‘pengacau’ di tengah-tengah balapan antara Ducati dan Honda tersebut.

Melaju dengan pasti pembalap Suzuki yang start dari posisi 13 itu bergerak menempati posisi 7, 4 dan bahkan 2 untuk memecah sesaat konsentrasi Marquez hingga tercecer ke posisi 5. Dan di lap-lap berikutnya aksi Rins membuat beberapa pembalap Honda, seperti Cal Crutchlow dan Takaaki Nakagami lepas dari rombongan terdepan. Bahkan dua pembalap Pramac Racing, Miller dan Bagnaia harus jatuh di tengah-tengah balapan.

Kunci Marquez bisa bersaing ketat dengan dua pembalap Mission Winnow Ducati adalah perjudian taktiknya menggunakan pemilihan ban keras di tengah suhu 30 derajat Celcius. Juara dunia MotoGP tersebut percaya diri bisa melancarkan aksinya di lap-lap akhir dengan menggeber motor RC213V. Tapi akselerasi motor Honda The Baby Aliens mampu dijinakkan oleh Petrucci hingga garis akhir. (TJE)