Menpar Ingin Kembangkan Serang Sebagai Wisata Halal

Menpar Ingin Kembangkan Serang Sebagai Wisata Halal

Kementerian Pariwisata (kemenpar) ingin mengembangkan Serang menjadi destinasi wisata halal. (Dok. Humas Kemenpar)

SHNet, Serang- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan keinginannya untuk mengembangkan Serang, Banten, sebagai destinasi wisata halal.

Dalan kunjungannya, Arief Yahya menyatakan keinginannya secara khusus untuk mengembangkan Serang sebagai destinasi wisata halal. Hal itu mempertimbangkan Serang yang mempunyai potensi sejarah dan budaya Islam yang kuat.

Tanara merupakan salah satu tempat bersejarah pengembangan Islam di Banten. Di sanalah tempat kelahiran Syekh Kyai Muhammad Nawawi Bin Umar pada 1813, yang memiliki 115 kitab berisikan ilmu Tauhid, Fiqh, dan Hadist serta menafsirkan kitab kuning.

Syekh Nawawi pun pernah menjadi Imam di Masjidil Haram, Arab Saudi dan menjadi guru Hasjim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Menpar berkunjung ke sejumlah destinasi di Tanara, seperti Masjid Agung Tanara, Pesantren An Nawawi, melihat cikal bakal pembangunan Islamic Center, dan Sungai Cidurian yang bakal direvitalisasi sebagai destinasi wisata Tirta Kali Mati.

“Kita tetapkan ‘positioning’ Serang termasuk Banten adalah wisata halal, dengan adanya sejarah Syekh Nawawi. Untuk wisata halal sendiri, Indonesia sudah ada di peringkat nomor 1 dunia versi Indeks Wisata Halal yang diranking Cresscent Rating Mastercard, GMTI atau Global Muslim Travel Index 2019,” kata Arief Yahya

Pada kesempatan itu digelar Rapat Bersama Pembahasan Kawasan Wisata Religi Syekh Nawawi Al Bantani, di Pendopo Kabupaten Serang.

“Saya tunggu master plan-nya dari Kabupaten Serang untuk pengembangan wisata halal. Nanti, kita minta bantuan dari Kementerian PUPR untuk aksesibilitas dan revitalisasi sungai,” ujarnya.

Kementerian Pariwisata akan membantu dalam promosi serta pengembangan destinasi dan sumber daya manusia.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dalam kesempatan yang sama mengatakan tantangan wisata halal di Serang meliputi kesiapan sumber daya manusia dan masalah sampah menjadi yang utama.

“Masalah sampah harus segera diselesaikan, karena pariwisata itu harus bersih. Semua pihak harus turut serta dari level provinsi sampai desa,” kata Ratu Tatu Chasanah. (Stevani Elisabeth)