Memikatnya Hiu Paus Indonesia

Memikatnya Hiu Paus Indonesia

SHNet, JAKARTA – Hiu paus di Indonesia menjadi topik menarik yang dibahas dalam International Whale Shark Conference (IWSC) 2019 di Exmouth, Australia Barat pada 28-31 Mei 2019. Ada delapan topik mengenai hiu paus di Indonesia yang dipaparkan dalam konferensi tersebut. Hal tersebut mengundang perhatian dari berbagai peserta yang terdiri dari peneliti hiu paus, ahli konservasi, dan praktisi bidang pengelolaan sumber daya alam dan pariwisata dari seluruh dunia.

“Kami sangat senang dan terkejut dengan cukup banyak topik dari Indonesia pada konferensi ini. Kami berharap semua peserta yang hadir dapat terus membantu dan belajar dari satu sama lain khususnya terkait pariwisata yang berkelanjutan,” ujar Dani Rob, Sekretaris dari IWSC 2019.

Ketertarikan ini juga disampaikan oleh Gonzalo Araujo salah satu peserta dari Filipina. “Saya sangat senang melihat berbagai pemangku kepentingan di Indonesia melihat peluang dan membangun praktik pariwisata hiu paus yang berkelanjutan.”

Ada pun delapan topik tersebut mengenai perbandingan pola pergerakan hiu paus di tiga tempat di Indonesia bagian timur oleh Abraham Sianipar dari Conservation International (CI). Potensi ekonomi pariwisata hiu paus berbasis masyarakat di Sumbawa oleh Maulita Sari Hani dari CI. Inisiatif penelitian dan konservasi hiu paus di Indonesia oleh Mark Erdmann dari CI. Pemantauan hiu paus di Pantai Botubarani, Gorontalo oleh Sukirman Tilahunga dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabupaten Bane Bolango, Provinsi Gorontalo.

Peluang dan tantangan pengembangan pariwisata hiu paus di Gorontalo oleh Asril Djunaidi, mahasiswa S3 dari Universitas Hasanudin. Pergerakan vertical dan pola penyelaman hiu paus di Papua Barat oleh Megan Meyers, mahasiswi S3 dari University of Western Australia. Keberadaan mikro plastik di tempat pemijahan hiu paus oleh Elitza Germanov, mahasiswi S3 dari Murdoch University. Yang terakhir, penilaian kesehatan hiu paus di Teluk Cendrawasih oleh Alistair Dove dari Georgia Aquarium.

Hiu paus, yang memiliki nama latin Rhincodon typus, adalah spesies ikan terbesar di dunia yang masih menjadi misteri karena hanya sedikit yang baru diketahui. Namun, spesies ini berstatus terancam (Endangered) berdasarkan International Union for the Conservation of Nature (IUCN) Red List.

Konferensi ini bertujuan mengumpulkan semua pihak di seluruh dunia untuk berbagi informasi mengenai aspek ekologis dan biologis hiu paus serta mengaplikasikannya dalam upaya konservasi. Konferensi ini dihadiri oleh 130 peserta dari 21 negara dan merupakan yang kelima kalinya setelah sebelumnya diadakan di Doha, Qatar tahun 2016. (ij/ci)