Kemendikbud Keluarkan Edaran Penyesuaian PPDB 2019

Kemendikbud Keluarkan Edaran Penyesuaian PPDB 2019

Para siswa lulusan SD mulai mendaftar pada hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 1 Malang, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (20/5) lalu.[SHNet/Ist]

SHNet, Kediri – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan penyesuaian terkait peraturan mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. Penyesuaian tersebut dalam rangka menanggapi kondisi beberapa daerah yang belum dapat melaksanakan secara optimal kegiatan PPDB Tahun 2019 sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018.

Sekretaris Jenderal, Kemendikbud, Didik Suhardi, menyampaikan hal ini di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (21/6) lalu.

Menurut Didik, Kemendikbud melakukan penyesuaian terkait kuota PPDB yang telah diatur dalam Permendikbud tersebut.

Didik menjelaskan, penyesuaian kuota dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru. Penerbitan Surat Edaran sehubungan dengan adanya Permendikbud Nomor 20 Tahun 2019 sebagai perubahan atas Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.

“Dengan adanya Surat Edaran ini, Kemendikbud mengharapkan para Gubernur dan Bupati/Wali Kota dapat melakukan penyesuaian ketentuan PPDB sesuai dengan perubahan dalam surat edaran tersebut,” kata Didik.

Penyesuaian Kuota Jalur Prestasi
Penyesuaian kuota pada jalur prestasi, merujuk pada Surat Edaran dimaksud, yang semula paling banyak 5 persen dari daya tampung sekolah, naik menjadi paling banyak 15 persen.

“Merujuk arahan Presiden kepada Mendikbud untuk menambah jalur prestasi, dan melihat kondisi di lapangan, maka diputuskan menambahkan kuota untuk jalur prestasi pada penerimaan peserta didik baru tahun ini,” kata Didik Suhardi.

Selain jalur prestasi, penyesuaian juga dilakukan pada jalur zonasi yang semula paling sedikit 90 persen dari daya tampung sekolah, diperbaharui menjadi paling sedikit 80 persen. Sedangkan untuk jalur perpindahan orang tua tetap sama, yakni paling banyak 5 persen dari daya tampung sekolah.

“Kita keluarkan surat edaran untuk membantu daerah-daerah yang masih ada permasalahan tentang PPDB. Sedangkan bagi daerah yang tidak ada permasalahan, bisa jalan terus,” kata Didik.

Ia menjelaskan, terdapat tiga jalur dalam penerimaan peserta didik baru tahun ini, yakni zonasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua/wali. Melalui jalur zonasi ini, sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah (pemda) wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili sesuai zona yang ditetapkan pemda.

Didik menjelaskan, peserta didik yang menggunakan jalur prestasi merupakan siswa berprestasi yang berdomisili di luar zonasi sekolah yang bersangkutan. Penentuan penerimaan peserta didik melalui jalur prestasi ini melalui nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) atau Ujian Nasional (UN), serta prestasi atau penghargaan di bidang akademik maupun nonakademik pada tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

Sementara itu, peserta didik yang menggunakan jalur perpindahan tugas orang tua/wali merupakan calon peserta didik yang berdomisili di luar zonasi sekolah bersangkutan dan mengikuti perpindahan tugas orang tua yang dibuktikan dengan surat penugasan orang tua dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan.

Imbauan Agar Gunakan Jalur Zonasi
“Pelaksanaan PPDB berbasis zonasi tahun ini merupakan tahun ketiga dalam pelaksanaannya. Saya berharap (Surat Edaran PPDB Tahun 2019) ini, bisa membantu percepatan pemerataan kualitas pendidikan,” ucapnya.

Didik juga mengimbau orang tua yang memiliki putra dan putri yang berprestasi agar memasukkan anak-anaknya di sekolah-sekolah yang dekat dengan tempat tinggal masing-masing.

“Dengan begitu para siswa yang memiliki prestasi bagus tidak hanya di satu sekolah tertentu saja, melainkan dapat menyebar di sekolah lainnya,” pesan Didik. (whm/sp)