Desa Arborek Papua Barat Tempatnya Kerajinan Yang Gunakan Pandan Hutan

Desa Arborek Papua Barat Tempatnya Kerajinan Yang Gunakan Pandan Hutan

SHNet, Jakarta – Desa Arborek masuk dalam wilayah Biak, Raja Ampat, Papua Barat. Desa ini merupakan salah satu desa yang sukses mengeksplorasi kekayaan alam daerahnya dengan membuat kerajinan tangan menggunakan bahan daun pandan hutan sebagai buah tangan bagi para turis yang datang.

Kerajinan tangan ini biasanya dibuat untuk topi atau tas yang memang paling banyak peminatnya. Sesuai namanya, Desa Arborek  berarti Berduri dan menurut masyarakat nama tersebut sengaja diambil dari nama daun pandan hutan yang berduri dan hidup subur di sini.

Untuk membuat satu kerajinan topi, daun pandan hutan harus direbus terlebih dahulu agar durinya hilang, dan daunnya menjadi lemas sehingga mudah di bentuk. Kemudian, daun-daun ini perlu di jemur sampai warnanya putih. Jika menginginkan topi warna-warni, para mama juga masih menggunakan bahan alami untuk menghasilkan warnanya.

Contohnya, jika menginginkan warna hitam, para mama menggunakan daun pandan hutan yang dikubur dalam tanah selama tiga hari. Sementara, warna merah didapat dari daun pandan hutan yang direbus bersama akar mengkudu dan daun ketapang untuk selanjutnya dijemur. Setelah siap dan kering, barulah bahan-bahan tersebut dianyam menjadi topi atau tas.

Untuk membuat satu topi, para mama membutuhkan waktu sekitar tiga hari, jika dikalkulasi dalam waktu sebulan para mama bisa menghasilkan 5 topi. Tergantung permintaan pasar dan waktu dari para mama di desa ini.

Kerajinan anyaman daun pandan hutan di Desa Arborek ini memang dilakukan hampir semua rumah secara turun-temurun. Kreasi ini biasanya dilakukan para mama sementara sang suami mencari nafkah lewat aktivitas memancing dan menjaring ikan di keramba.

Wisatawan yang datang ke Desa Arborek bisa membawa pulang kerajinan tangan ini mulai dari harga Rp100-200 ribu. Tergantung seberapa rumit motif anyamannya. Tak hanya itu, penduduk desa yang ramah tak jarang juga mau mengajarkan para wisatawan membuat anyaman.

Sehingga selain tempat ini menawarkan keindahan alam, desa ini juga menarik para wisatawan karena penasaran ingin belajar menganyam dari daun pandan khas Arborek.

Maka dari itu, kemampuan masyarakat Desa Arborek dalam mengeksplorasi kekayaan daerah patut diapresiasi. Sebab, dengan adanya kegiatan menganyam ini, secara tidak langsung bisa meningkatkan taraf perekonomian dan meningkatkan potensi wisata di desa tersebut. (Maya)