Turunkan Stunting Butuh Kebijakan Luar Biasa

Turunkan Stunting Butuh Kebijakan Luar Biasa

Ketua Umum PB IDI Dr Daeng M Faqih (kiri) sedang memberikan paparan dalam diskusi IDI Menyehatkan Bangsa, Senin (20/5). (Ist)

SHNet, Jakarta– Masalah stunting, gizi buruk dan penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi persoalan penting bidang kesehatan di Indonesia.

“Stunting dan PTM sekarang ini angkanya masih tinggi dan ini berpotensi pada lemahnya kualitas sumberdaya manusia (SDM) Indonesia,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr Daeng M Faqih dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia, di Jakarta, Senin (20/5).

Menurutnya, kasus stunting di Indonesia ada 30,8 persen. “Kita pernah menurunkan kasus stunting hingga 6 persen. Standar yang diperkenankan WHO adalah 20 persen. Kalau kita ingin menurunkan stunting sebanyak 10 persen, maka butuh kerja keras dan kebijakan yang luar biasa.

“Dokter, perawat, bidan, tenaga gizi harus kerja kerasuntuk cegah stunting dari usia subur hingga 1000 hari. Pemerintah juga harus mencari terobosan baru untuk menurunkan stunting 10 persen. Upaya menurunkan stunting tidak dengan kebijakan biasa-biasa saja, melainkan dengan kebijakan luar biasa (extra ordinary),” tutur M Faqih.

Menurutnya, masalah gizi buruk dapat menyebabkan dua hal yakni stunting dan obesitas. Masalah gizi buuk ini bukan hanya dialami oleh masyarakat miskin saja, tetapi masyarakat mampu juga.

“Kurangnya pengetahuan tentang asupan gizi seimbang juga bisa menyebabkan obesitas. Obesitas inilah yang menyebabkan munculnya penyakit tidak menular seperti jantung, stroke dan diabetes,” ujarnya. Ia menambahkan PTM menggerus 30 persen beban biaya BPJS.

Ketua Panitia Hari Bakti Dokter Indonesia Dr Henry Salim Siregar mengatakan, gizi buruk tidak hanya menimpa orang miskin, tetapi juga orang yang mampu secara ekonomi.

Oleh sebab itu, sudah saatnya Indonesia mengkampanyekan kembali agar masyarakat mengkonsumsi makanan-makanan khas atau tradisional Indonesia yang meiliki kandungan gizi yang lengkap.

‘Makanan tradisional yang ada di daerah-daerah di Indonesia kaya akan gizi,” ujarnya. Ia mengatakan, pencegahan stunting dan PTM menjadi agenda kegiatan Hari Bakti Dokter Indonesia tahun ini. (Stevani Elisabeth)