Rivaldo Huwae Nikmati Suka-Duka Jadi Petugas KPPS Pemilu Antar Pulau

Rivaldo Huwae Nikmati Suka-Duka Jadi Petugas KPPS Pemilu Antar Pulau

MELINTASI - Rivaldo Valentino Huwae (kiri) saat berkendara motor laut melintasi pulau demi pulau untuk mengangkut kotak suara dari ibukota kecamatan, desa Ustutun, Wetar Barat, Maluku Barat Daya untuk dibawa keempat desa di Pulau Wetar. (Dok.Pribadi)

SHNet, USTUTUN – Menjalankan tugas dalam Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sudah biasa bagi Rivaldo Valentino Huwae. Pria berusia 35 tahun ini sudah menjalankan pekerjaan ini di setiap pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau pun Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Karena itu, meski harus berkendara motor laut melintasi pulau demi pulau untuk mengangkut kotak suara dari ibukota kecamatan, desa Ustutun di Wetar Barat, Maluku Barat Daya (MBD), Valdo –begitu ia disapa– tak pernah mengeluh. Sebaliknya ia begitu menikmati setiap kegembiraan maupun kesulitan yang dialami dalam menjalankan tugas mulia itu.

Saat bercerita dengan SHNet lewat DM Instagram, Selasa (30/4) dilanjutkan dengan sambungan telpon jarak jauh, Rabu (1/5) siang, suami dari Anna Manuputty ini menceritakan kalau kesulitan yang dialami adalah belum adanya jalan darat sehingga ia sebagai petugas harus mengangkut kotak suara lewat jalan laut dari pulau ke pulau dengan motor laut.

Pemandangan cantik dalam setiap perjalanan menjadi hiburan tersendiri bagi Rivaldo Huwae dan petugas KPPS lain. (Dok.Pribadi)

“Kami harus mengangkat kotak suara dari Ustutun keempat desa di Pulau Wetar yaitu desa Telemar, Karbubu, Klishatu dan desa Ilmamau. Waktu yang harus kami tempuh untuk distribusi ke desa-desa itu pun sampai 12 jam perjalanan dan kami dikawal oleh pihak kepolisian 6 orang, Panwascam 6 orang, dan PPK 7 orang,” cerita Valdo penuh semangat.

Menurut pria berambut ikal ini, melewati gelombang-gelombang besar dengan perahu motor yang kecil kadang membuat nyali menjadi ciut. Tapi, kami percaya saja Tuhan menjaga kami karena ini tugas negara yang begitu mulia.

“Belum lagi kesulitan berikutnya adalah saat penghitungan suara sampai pleno itu makan waktu berhari-hari dan dituntut harus selalu fokus. Kita tak boleh lengah karena salah sedikit saja imbasnya luar biasa bagi negara,” jelas ayah tiga anak ini yang sebelumnya bertugas di Dinas Perhubungan Kabupaten MBD dan baru hengkang ke Wetar Barat dalam lima tahun terakhir.

Rivaldo Huwae (ketiga dari kiri) bersama rekan-rekan petugas KPPS di MBD. (Dok.Pribadi)

Harapan Valdo yang menjalani tugas dengan susah payah di wilayah kepulauan MBD, semua pekerjaan akan segera beres tepat waktu hingga saat hari pengumuman pada 22 Mei mendatang, semua bisa berjalan dengan baik dan seluruh rakyat Indonesia bisa menerima hasilnya dengan lapang.

“Setelah 22 Mei nanti itu sudah hasil real count jadi harapan saya semua pihak bisa menerima hasil dengan hati lapang, dengan menerima hasil dengan lapang, itu artinya mereka menghargai jerih payah kami sebagai petugas KPPS di tempat-tempat sulit di wilayah kepulauan.

Kami lelah dan kadang nyaris sudah tak kuat harus kena angin laut di siang maupun malam hari, tapi semua demi Ibu Pertiwi. Harapan saya yang terbesar juga agar Bapak Presiden Joko Widodo nantinya tak hanya memperhatikan Papua dengan pembangunan jalan-jalan, tapi kami di MBD juga,” kata Valdo yang menjabat sebagai Kepala Sekertariat PPK Wetar Barat ini menutup pembicaraan telpon.  (Nonnie Rering)