Penugasan Baru Pejabat Dikbud untuk Penyegaran

Penugasan Baru Pejabat Dikbud untuk Penyegaran

Mendikbud Muhadjir Effendy melantik 88 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas, serta 10 pejabat fungsional di lingkungan Kemendikbud, di Plaza Insan Berprestasi, Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (3/5) lalu. [SHNet/Ist]

SHNet, Jakarta – Penugasan pejabat di tempat yang baru bertujuan untuk penyegaran dan inovasi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, menyatakan hal ini saat melantik 88 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas, serta 10 pejabat fungsional di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), di Plaza Insan Berprestasi, Kantor Kemendikbud, di Jakarta, Jumat (3/5) lalu.

“Kalau Saudara saya tugaskan di tempat yang baru, maka itu artinya saya inginkan adanya penyegaran, kreasi, dan inovasi di tempat itu,” ujar Mendikbud.

Ia menyampaikan bahwa Kemendikbud memiliki tradisi perpindahan tugas atau bidang kerja. TUjuannya agar suasana kerja menjadi semakin dinamis dan segar.

“Seperti kita ketahui di Kemendikbud kita tradisikan ‘tour of duty’ dan ‘tour of area’. Agar suasana kerja menjadi semakin dinamis dan segar,” kata Mendikbud pada sambutannya.

Mendikbud berpesan agar pejabat yang baru dilantik bertanya sebanyak-banyaknya kepada para pejabat lama. Sehingga dapat memahami situasi dan kondisi, serta menghadirkan terobosan positif dalam upaya pencapaian tujuan organisasi.

“Kalau Saudara saya tugaskan di tempat yang baru, maka itu artinya saya inginkan adanya penyegaran, kreasi, dan inovasi di tempat itu,” ujarnya.

Supriyono misalnya, dilantik menjadi Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Mesin dan Teknologi Industri (BMTI), Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).

Pertahankan Capaian P4TK BMTI
Supriyono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Setditjen Dikdasmen) bertekad mempertahankan capaian P4TK BMTI. Salah satunya adalah pengakuan dan penghargaan sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada tahun 2018.

Mendikbud Muhadjir Effendy pada acara pelantikan 88 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas, serta 10 pejabat fungsional di lingkungan Kemendikbud, di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (3/5) lalu. [SHNet/Ist]

“Mendatang, dalam bidang administrasi, ditargetkan unit kerja yang berlokasi di Cimahi, Jawa Barat ini dapat menjadi Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM),” kata Supriyono.

Kemudian, untuk meningkatkan kualitas pendidik, Supriyono menyatakan akan segera mengembangkan program-program terobosan. Khususnya dalam pemagangan pada dunia usaha dan dunia industri (DUDI) bagi para guru kejuruan.

“Jangan sampai pendidik ketinggalan jauh tentang penguasaan teknologi. Apalagi ketinggalan dari anak didiknya,” kata pria berkacamata ini.

Supriyono menyatakan, Kemendikbud melalui Ditjen GTK terus meningkatkan jumlah guru-guru terampil atau produktif. Sehingga mereka dapat membimbing siswa dalam menghadapi persaingan global dan revolusi industri 4.0.

“Pembekalan kepada guru itu tidak boleh sepotong-sepotong. Jadi nanti kita akan membuat studi-studi terkait peningkatan kualitas pembelajaran. Kita tidak perlu malu untuk bertanya dan belajar dari pihak lain, khususnya dari DUDI,” kata Supriyono. (whm/sp)