Menjaring Wisman di Festival Cross Border Badau

Menjaring Wisman di Festival Cross Border Badau

Pembukaan Festival Wonderful Indonesia Cross Border Badau 2019, Sabtu (4/5). (Dok. Kementerian Pariwisata)

SHNet, Badau- Festival Wonderful Indonesia Cross Border Badau 2019 yang dilangsung di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau selama 2 hari, 4-5 Mei berhasil menjaring ribuan wisatawan mancanegara (wisman) dari Malaysia.

Data dari PLBN Badau menunjukkan, capaian wisman dari penyelenggaraan Festival Wonderful Indonesia Crossborder Badau selama dua hari diperkirakan mencapai 1181 wisatawan Malaysia

Sebagian besar wisman asal Malaysia tersebut merupakan warga Kecamatan Lubok Antu. Kecamatan ini letaknya sekitar 5 Km dari Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Namun ada juga wisman Malaysia dari Sri Aman dan Kuching yang datang ke festival cross border tersebut.

Salah satu yang memikat wisman Malaysia ini adalah konser dangdut. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengundang Diva Dangdut Iis Dahlia dan Micky jebolan Akademi Fantasi Indonesia (AFI) untuk menggoyang masyarakat Badau dan wisman dari Malaysia.

Diva Dangdut Iis Dahlia menggoyang para pengunjung di Festival Wonderful Indonesia Cross Border Badau. (SHNet/stevani elisabeth)

“Masyarakat kami memang sebagian besar senang dengan musik dangdut. Bahkan masyarakat Lubok Antu banyak yang ke Badau waktu Siti Badriah dan Fitri Karlina pentas di sana,” ujar Distric Officer Lubok Antu Mohamad Syafiq.

Menurutnya, pemerintah Indonesia perlu mempromosikan destinasi-destinasi wisata yang ada di daerah perbatasan Indonesia- Malaysia. Selama ini, masyarakat Malaysia banyak yang berkunjung ke Bandung dan Jakarta. Yogyakarta juga sudah mulai dilirik oleh wisatawan milenial Malaysia.

“Orang Malaysia lebih memilih destinasi wisata alam sepeti hutan, air terjun dan pantai,” kata Syafiq.

Badau sendiri sebenarnya punya destinasi wisata yakni Danau Sentarum. Namun destinasi ini perlu dipromosikan. Selain Festival Cross Border, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga punya Festival Danau Sentarum untuk menjaring wisman Malaysia di daerah perbatasan.

“Menjaring wisman di wilayah perbatasan tidak bisa instan. Banyak yang harus dibenahi agar wisman bisa lama tinggal di perbatasan Indonesia,” ujar Kepala Bidang Pemasaran Area III, Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II, Kementerian Pariwisata Sapto Haryono.

Menurutnya, butuh komitmen yang kuat dari pemerintah daerah untuk memajukan sektor pariwisata di daerahnya.

“Festival Crossborder Badau sesuai dengan Nawa Cita ke-3 Presiden Joko Widodo karena memperkuat wilayah pinggiran. Kerangkanya negara kesatuan. Selain membangun dari pinggiran, ini juga membawa banyak kebahagiaan,” paparnya.

Sekda Kabupaten Kapuas Hulu Sarbani mengatakan pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu berkomitmen mengandalkan sektor pariwisata untuk menggerakan perekonomian masyarakat.

“Kabupaten Kapuas Hulu memiliki potensi alam, budaya, dan kuliner. Pengembangan pariwisata sebagai target pemerintah daerah masuk dalam tata ruang rencana strategis daerah untuk memacu kunjungan wisatawan. Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu mengharapkan dukungan program dan asistensi Kemenpar dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)