Lengkapi Mudikmu dengan Kuliner Khas “Negeri Ngapak”

Lengkapi Mudikmu dengan Kuliner Khas “Negeri Ngapak”

Gule Melung Bu Hadi, kuliner dari Pubalingga. (Dok.purbalingga.go.id)

SHNet, Jakarta– Purbalingga, Jawa Tengah ternyata memiliki banyak kuliner yang unik dan rasanya sudah tentu enak di lidah. Bila lebaran nanti Anda mudik ke kota yang dijuluki Kota perwira atau melintasi daerah ini, jangan lupa mencicipi kulinernya.

Beragam kuliner khas “Negeri Ngapak” siap memanjakan lidah para pelancong. Anda penggemar gule kambing, yuk merapat ke warung Gule Melung Bu Hadi yang berada di Dusun Melung, Desa Larangan, Kecamatan Pangadegan.

Maryanti atau yang lebih dikenal dengan Bu Hadi memulai usahanya sejak 2007. Ciri khas gule Melung adalah menggunakan daging kambing yang dimasak hingga empuk dengan kuah yang kaya rempah. Daging kambing ini disajikan terpisah dengan kuahnya.

Ingin mencicipi soto khas “Negeri Ngapak” dengan bumbu kacang yang gurih, Soto So Bojong jangan dilewatkan. Soto ini lumayan ngehits di Purbalingga.

So dalam Bahasa Jawa atau Bahasa Banyumasan berarti daun melinjo. Jadi soto so ini menggunakan daun melinjo, ketupat, kecambah, soun, daging ayam atau daging sapi serta dilengkapi dengan kerupuk.

Soto So berlokasi di RT 02/03. Kecamata Bojong, Kabupaten Purbalingga sekitar 200 meter dibelakang kantor kelurahan Bojong. Warung Soto So yang lezat ini buka mulai pukul 09.00-14.00 WIB.

Satu kuliner ayam yang sudah melegenda di Purbalingga adalah Ayam Goreng Mbok Sarun. Ayam goreng Mbok Sarun ini memiliki beberapa cabang di kota lain seperti Purwokerto, Solo, dan Tegal.

Ayam Goreng Mbok Sarun yang berdiri sejak 1961 ini berlokasi di Bobotsari, tepatnya di Jalan Menur B1/C33 Desa Majapura, Bobotsari. Ciri khas Ayam Goreng Mbok Sarun adalah daging yang sangat empuk dan tulang yang lunak.

Purbalingga punya jagoan warung sate yang sudah tidak diragukan lagi kelezatannya. Warung sate ini bernama Sate Yani.

Sate Yani berlokasi di Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Lokasi warung Sate Yani berada di pinggir jalan Desa Bojong.

Satu hal yang membuat Sate Yani terasa lezat adalah selalu menggunakan kambing muda yang berumur kurang dari tiga bulan. benar-benar khas kuliner negeri ngapak. Sate diolah dengan bumbu khusus dan disajikan di atas hot plate.

Siapa yang tidak kenal dengan Es Durian Kombinasi Pak Kasdi. Warung Es Durian pak Kasdi sudah berdiri sejak 1969. Es Durian Pak Kasdi juga menggunakan santan yang akan menambah gurih dan segar pada airnya. Selain itu, terdapat topping susu kental manis dan coklat dijamin akan menambah ke segaran Es Durian.

Meski menggunakan daging durian, Es Durian Pak Kasdi ternyata harganya bersahabat. Cukup dengan Rp 8.000 – Rp. 22.000, kamu sudah bisa menikmati kesegaran Es Durian legenda ini. Es Durian Pak Kasdi berlokasi di depan Tugu Bancar Purbalingga atau depan Kodim 0702 Purbalingga.

Satu lagi kuliner yang terkenal di Purbalingga adalah Nasi Goreng Flamboyan. Letak warung Nasi Goreng Flamboyan di Jalan Jenderal Soedirman dari arah alun-alun ke Tugu Bancar.

Di warunng ini, kamu akan melihat kerumuman warga yang antre sambil menikmati atraksi koki memasak dengan api menyala-nyala.

Warung ini menyediakan berbagai varian menu seperti nasi goreng flamboyan, nasi goreng balado, nasi goreng ayam mentega, nasi goreng ayam bakar karamel, mie goreng rendang ayam, nasi goreng ayam rica-rica, flamboyan pasta, capcay, mie kuah dan berbagai olahan lainnya. Jika ingin menikmati Nasi Goreng Flamboyan kamu dapat berkunjungnya mulai pukul 14.20-22.00 WIB.

Ada lagi kuliner yang unik dari Negeri Ngapak. Namanya Sroto Klamud. Kuliner tersebut memiliki racikan yang unik. Jika lazimnya semangkok soto hanya kuah berisi bihun, toge, irisan daun bawang, irisan daging, sambal serta kerupuk ditambah nasi atau kupat, di Sroto Klamud, kamu tidak akan menemukan bihun. Bihun diganti dengan daging kelapa muda sebagai ciri khas sroto ini.

Sroto Klamud semakin unik karena tersaji dalam batok kelapa muda yang masih lengkap dengan sabutnya. Jadilah Sroto Kelapa Muda atau yang tenar disingkat dengan Sroto Klamud. Sebelum disajikan, daging kelapa muda sudah dikukus terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa mentahnya agar bisa nyambung dengan baik. (Stevani Elisabeth)