Kasus Pemukulan, Denny Saleh Sesalkan Tidak Ditahannya IL Ketua LN-PKRI

Kasus Pemukulan, Denny Saleh Sesalkan Tidak Ditahannya IL Ketua LN-PKRI

SHNet, Jakarta – Denny Saleh pekerja Asosiasi Pengelola CSR Republik Indonesia (APCRI) sangat menyesalkan dengan tidak di tahannya, Irwannur Latubual (IL) yang telah melakukan penghinaan disertai penamparan terhadap dirinya hingga mrngakibatkan wajahnya memar pada Senin (29/4) di kantor LN-PKRI yang juga kantor APCRI dilantai 12 Menera Era di kawasan Senen,Jakarta Pusat.

Kasus penghinaan disertai pemukulan tersebut terjadi, di saat korban dan terlapor sama-sama berjalan di dalam kantor.

”Saya menyapa dengan sopan akan tetapi Pak Irwannur menanyakan kenapa saya minta data dari anak buahnya, lalu marah-marah danmenampar saya,”ujar Deny yang didamping oleh tiga kuasa hukumnya Budi Suranto Bangun, Komarudin dan Tony Budianto, Kamis (23/5/2019) di Jakarta.

Tidak hanya penampar, tapi korban sakit hati atas ucapan IL yang juga diketahui sebagai Ketua Lembaga Nasional Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (LN-PKRI) atas perkataan dirinya sengan sebutan binatang. ” Dasar anjing urus saja pekerjaanmu,”.

Seperti diketahui, dalam kasus penghinaan disertai penamparan ini penyidik di Resmob Polres Jakarta Pusat Kamis (23/5/2019) telah mrlakuka. pemeriksaan.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai terlapor dalam  kasus penganiayaan ringan,” kata penyidik, yang secara etika tidak mau disebut namanya. “kemungkinan ada pemanggilan lagi jika keterangannya masih ada yang kurang,” ucapnya lagi.

IL yang bergelar profesori  dilaporkan korban Deny pada Kamis (9/5). Laporan tercatat dengan nomor LP No.782/K/V/2019/RESTRO JAKPUS. Sejauh ini korban sudah menyerahkan alat bukti berupa rekaman closed circuit television (CCTV).

Menurut penyidik tersebut, harusnya jadwal IL diperiksa pada Senin lalu, tapi menurut penyidik karena kesibukannya di KPU baru memenuhi undangan klarifikasi pada Rabu kemaren.

Selain sudah memeriksa pelapor, terlapor dan dua saksi lainnya, penyidik juga akan memintai keterangan beberapa orang yang terlihat dalam rekaman CCTV.

“Kita juga akan meminta keterangan dari orang – orang yang terekam dalam CCTV itu,” tegasnya.

Dalam kasus ini kuasa hukum korban meminta kepada polisi, untuk menindak tegas terlapor yang telah membuat kliennya memar di wajahnya.

” Sebagai atasan, sangatlah tidak pantas melakukan perbuatan tersebut. Kami sangat menyesalkan perbuatan itu untuk itu harusnya polisi melakukan penahanan agar terlapor tidak mengulangi lagi perbuatan itu kepada anak buahnya atau orang lain,” tegas Budi Suranto Bangun salah satu kuasa hukum korban. (Maya)