Jerman Bantu Indonesia Dengan Hibah Dana 37 Juta Euro

Jerman Bantu Indonesia Dengan Hibah Dana 37 Juta Euro

MENDUKUNG - Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof (kedua dari kiri), kepada media, Kamis (15/5) menyatakan, sebagai salah satu Mitra Pembangunan Global Jerman, Indonesia adalah pemeran penting dalam menghadapi isu pembangunan global. Jerman mendukung semangat Indonesia untuk mencapai Agenda 2030 dan komitmennya untuk menanggulangi perubahan iklim. (Ist)

SHNet, JAKARTA – Indonesia dan Jerman terus menjaga keharmonisan hubungan dengan membuat perjanjian kerja sama, menandatangani perjanjian untuk proyek-proyek yang utama bagi pembangunan Indonesia.

Kedua negara sepakat menandatangani perjanjian tentang kerja sama teknis yang menandai permulaan proyek-proyek bilateral penting dengan volume pendanaan hibah total sebesar 37 juta euro, didanai oleh Kementerian Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ).

60 tahun kerja sama Indonesia-Jerman terus berlangsung dan kini semakin berkembang dengan empat proyek baru di bidang tata kelola pemerintahan yang baik, pendidikan dan pelatihan teknik dan vokasi (TVET), dan perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Mendukung upaya Indonesia mencapai Agenda 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), proyek Indonesia-Jerman bertajuk “Domestic Resource Mobilisation for Sustainable Development” akan terfokus pada kebijakan fiskal dan pengelolaan pajak untuk mendanai aspek-aspek utama pembangunan negara, termasuk infrastruktur dan program-program sosial.

Bertujuan menjamin daya saing tenaga kerja masa depan dan memastikan bahwa kemampuannya selaras dengan tuntutan pasar kerja, proyek kerja sama “TVET System Reform” akan mendukung reformasi pendidikan vokasi Indonesia. Dalam proyek ini, baik sektor umum maupun swasta akan diperkuat dalam kolaborasinya untuk meningkatkan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas.

Lahan gambut adalah sistem penyimpanan CO2 alami – saat dimusnahkan, gambut melepas emisi CO2 yang merusak iklim. Sebagai upaya lanjutan melindungi lingkungan, proyek Indonesia-Jerman “Peatland Rehabilitation and Management” bekerja sama dengan pemerintahan provinsi Kalimantan Utara untuk mengelola ekosistem gambut secara berkelanjutan di Delta Kayan Sembakung, melibatkan perwakilan dari swasta, desa, dan masyarakat sipil.

Proyek kolaborasi gabungan “Sustainable Agricultural Value Chains in Indonesia” memberikan dukungan untuk mengidentifikasi sumber pendapatan alternatif selain kayu dan kelapa sawit untuk petani yang mudah dipasarkan di dalam dan luar negeri dan dapat mencegah deforestasi lebih lanjut di Indonesia.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof, kepada media, Kamis (15/5) menyatakan: “Sebagai salah satu Mitra Pembangunan Global Jerman, Indonesia adalah pemeran penting dalam menghadapi isu pembangunan global. Jerman mendukung semangat Indonesia untuk mencapai Agenda 2030 dan komitmennya untuk menanggulangi perubahan iklim.”

Direktur-Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Luky Alfirman, mengungkapkan: “Indonesia telah bekerja sama dengan Jerman sejak 1958. Kita memiliki riwayat kerja sama yang panjang dan menyambut keberlangsungan kerja sama kita yang sukses dalam hal menemukan solusi berkelanjutan terhadap isu pembangunan utama di Indonesia maupun isu pembangunan global.”

Kontribusi Jerman dalam proyek-proyek tersebut akan diimplementasikan oleh BAPPENAS dan kementerian serta lembaga daerah terkait, didukung oleh GIZ, lembaga pembangunan Jerman yang utama.

Kerja sama pembangunan Jerman-Indonesia memiliki sejarah sejak tahun 1958. Sejak saat itu, Jerman telah mendukung Indonesia dalam banyak bidang yang berkontribusi terhadap pembangunan negara. Pada saat ini, Jerman mendukung Indonesia dengan bidang fokus Energi, Perkembangan Ekonomi Berkelanjutan/Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Vokasi dan Perlindungan Lingkungan. Selain itu, tata pemerintahan dan kerja sama swasta tetap menjadi pilar utama dalam kerja sama pembangunan Indonesia-Jerman. (Nonnie Rering)