Inter Umumkan Conte sebagai Pengganti Spalletti

Inter Umumkan Conte sebagai Pengganti Spalletti

Antonio Conte dan presiden Inter, Steven Zhang

SHNet, Milan – Klub Italia Inter Milan pada hari Jumat, (31/5) pagi waktu setempat menunjuk Antonio Conte sebagai manajer baru mereka. Berita tentang kepindahan mantan manajer Juventus dan Chelsea itu datang melalui akun Twitter resmi klub, yang menyatakan bahwa manajer berusia 49 tahun itu menggantikan Luciano Spalletti di San Siro.

Seperti yang dilansir The Guardian, sebenarnya Paris Saint-Germain dan Bayern Munich juga menunjukkan minat pada Conte, tetapi ia ingin kembali ke sepak bola Italia. Conte sendiri telah tidak melatih atau menjadi manajer selama setahun, setelah terakhir berada di Chelsea. Dalam dua musim bersama The Blues ia memenangkan gelar Liga Premier dan Piala FA.

Conte mengokohkan reputasinya sebagai salah satu manajer terbaik di dunia selama waktunya di Serie A, karena ia unggul saat memimpin Juventus.

Dalam tiga tahun bersama Bianconeri, ia memenangkan tiga gelar Serie A Italia, membuat Juventus menjadi salah satu klub yang ditakuti di Eropa. Terakhir Bianconeri selesai di puncak Liga Italia lagi pada 2018-19, menjadikannya sebagai klub yang merebut delapan juara di liga berturut-turut.

Conte akan membawa gaya manajerial khasnya ke Inter. Sepanjang waktunya sebagai pelatih, ia cenderung mendukung pertahanan tiga pemain dan dua bek sayap, formasi dasar yang memberi timnya organisasi dan kelancaran taktis.

“Dia melihat sepak bola sebagai cara terbaik untuk mengekspresikan dirinya, untuk meninggalkan bekas, baik di lapangan atau di bangku cadangan,” demikian pernyataan klub. “Bertekad dan ambisius, Antonio Conte sekarang memulai akan memulai petualangannya di Inter.

Mantan gelandang Juventus dan Azzurri itu juga telah membuktikan dirinya sebagai motivator yang luar biasa dan sosok yang penuh gairah di pinggir lapangan.

“Saya percaya Conte merupakan salah satu pelatih terbaik yang ada saat ini,” kata presiden Inter, Steven Zhang. “Saya yakin dia akan membantu kami mengejar tujuan dan menggenapi misi kami, yang selalu tetap sama yakni untuk menjadikan klub ini salah satu yang terbaik di dunia lagi,” tutur Zhang.

Di Inter, Conte akan mengambil alih tugas memoles tim penuh pemain berbakat yang gagal memenuhi potensi mereka. Bahkan jurnalis sepakbola Gabriele Marcotti berpendapat bahwa spekulasi mengenai kedatangan Conte telah menghambat Inter untuk mendapatkan tempat di Liga Champions UEFA. Mereka baru memastikan diri lolos setelah menang tipis 2-1 atas tim degradasi Empoli di ‘giornata’ terakhir. (HNP)