Iis Dahlia Goyang Ribuan Pengunjung Festival Cross Border Badau

Iis Dahlia Goyang Ribuan Pengunjung Festival Cross Border Badau

SHNet, Badau – Sabtu siang, ribuan orang datang ke area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Mereka bukan hanya berasal dari Badau saja, tetapi ada yang datang dari Putussibau, bahkan dari Lubok Antu, Malaysia.

Lubok Antu merupakan wilayah distrik (kecamatan) yang terdekat dengan Badau. Jaraknya sekitar 5 Km dari PLBN Badau.

Teriknya matahari tak patahkan semangat mereka untuk menyaksikan hiburan yang ada di festival cross border.

Prosesi upacara adat Dayak Iban mengawali pembukaan festival. Kemudian dilanjutkan dengan hiburan musik dangdut dan tari – tarian.

Jelang sore, pengunjung semakin banyak memadati areal panggung Wonderful Indonesia. Mereka ingin menyaksikan penampilan Diva Dangdut Indonesia Iis Dahlia.

Ribuan orang datang ke Festival Cross Border di area PLBN Badau, Sabtu (4/5). (SHNet /Stevani Elisabeth)

Ada 8 lagu yang lantunkan Iis Dahlia diantaranya Cinta Apa-apalah, Payung Hitam, Goyang Dumang dan Aku Lagi Syantik. Pengunjung pun langsung bergoyang.

Di Festival Cross Border Badau ini, pengunjung tidak hanya menyaksikan atraksi hiburan saja, tapi mereka juga bisa menikmati kuliner dan juga membeli kerajinan tangan yang dijajakan oleh UKM yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu.

Penjaja makanan dan minuman kaki lima juga laris manis diserbu pengunjung.

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Acara hari itu berakhir dan pintu PLBN Badau ditutup. Itu tandanya tidak boleh ada masyarakat yang melintas dari Indonesia ke Malaysia maupun sebaliknya.

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. (SHNet /Stevani Elisabeth)

Festival Cross Border Badau berlangsung 4-5 Mei 2019.

Persahabatan dua negara

Kabid Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata, Sapto Haryono mengatakan, Festival Cross Border tidak hanya bertujuan menjalin kerjasama dengan Malaysia, tetapi juga mempererat tali persahabatan dan silaturahmi negara serumpun di bidang ekonomi, sosial dan budaya.

Sapto mengatakan, cross border harus dijadikan super extra ordinary. “Perbatasan punya daya tarik wisata bukan hanya alam, tapi budaya dan kuliner. Sesuai nawacita yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo untuk membangun dari pinggiran, maka hal ini perlu didukung oleh stakeholder,” kata Sapto.

Plt Sekda Kapuas Hulu Sarbani mengatakan, pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu memandang pariwisata sangat strategis. Menurutnya, secara geografis Kabupaten Kapuas Hulu menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara.

“Danau Sentarum jadi kawasan strategis di wilayah perbatasan. Ke depan, Kabupaten Kapuas Hulu akan dijadikan ekowisata,” ujarnya.

Sementara itu, Distrik Officer Lubok Antu, Mohamad Syafiq mengatakan, Festival Cross Border selain mempererat persahabatan juga meningkatkan ekonomi dua negara.

“Masyarakat kami banyak membeli sayur dan kerupuk di Badau karena harganya murah. Sedangkan masyarakat Badau datang ke Lubok Antu untuk membeli beras, milo dan minyak, “ujarnya.

Dia berharap agar promosi Festival Cross Border dilakukan jauh hari agar bisa menjangkau wisatawan dari Sriaman dan Kuching. (Stevani Elisabeth)