Harga Jual Yang Tinggi, Warga Desa Klino Tanam Ubi Porang

Harga Jual Yang Tinggi, Warga Desa Klino Tanam Ubi Porang

SHNet, Jakarta – Di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur banyak sekali potensi pertanian. Salah satunya, adalah penghasil ubi porang.

Bentuk porang sendiri, mirip dengan ketela rambat. Namun, bentuk porang lebih besar selain itu juga berpohon bukan merambat. Pohon porang jika dipotong akan menghasilkan lendir dan itu sangat gatal jika terkena kulit manusia.

Tanaman yang biasa dikenal dengan nama ilmiah amorphophallus muelleriitu, banyak ditanam di area hutan daerah setempat. Sebab, kondisi tanah yang subur juga suhu udara sejuk membuat tanaman ubi tersebut menjadi potensi daerah setempat.

Tak ayal, tanaman tersebut saat ini banyak ditanam di desa setampat. “Saat ini warga banyak yang sudah panen porang,” kata Dwi Purnomo, kepada blokBojonegoro.com.

Porang kata dia, cara perawatanya sangat mudah, selain itu juga tidak memerluka pupuk. Karena, walau tanpa pemupukan pun tanaman porang sudah bisa subur dan berisi besar.

Selain itu, alasan masyarakat memilih menanam tanaman porang harga jualnya juga tinggi. Harga porang kering dibandrol Rp21.000 hingga Rp50.000 per kilogramnya.

Sementara ini, lanjut Dwi, petani porang menjual hasil panennya ke daerah Kecamatan Saradan, Kabupatan Madiun. Sebab, banyak pedagang dari sana, selain itu jarak antara Desa Klino dengan Kecamatan Saradan juga dekat.

“Daerah Klino ini kan perbatasan dengan Kabupaten Madiun. Jadi kadang masalah jual beli pun juga di daerah Madiun,” terangnya. (Maya)