Gombengsari Kampung Kopi Dari Banyuwangi

Gombengsari Kampung Kopi Dari Banyuwangi

SHNet, Jakarta – Indonesia adalah salah satu negara eksportir kopi yang diperhitungkan di dunia. Salah satu daerah penghasil kopi adalah Banyuwangi, Jawa Timur. Namun ternyata, anggapan masyarakat luas bahwa Kemiren adalah kampung kopi ternyata keliru. Kampung kopi yang sebenarnya justru berada di Gombengsari.

Memang ada acara tahunan yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi di Kemiren dengan judul yang krap berubah-ubah tiap tahun, misalnya Kopi Sewu, Ngopi Sepuluh Ewu, dan lain-lain. Namun faktanya, Desa Kemiren tidak memiliki petani kopi apalagi kopi khas yang tumbuh dan menjadi ciri khas desa tersebut.

“Di Desa Kemiren ini tidak ada petani kopi. Juga tidak ada kebun kopi. Di belakang rumah saya hanya ada empat batang. Cuma itu, seng ono maneng (tidak ada lagi). Kebiasaan minum kopi juga bukan hanya ada di sini, di seluruh Indonesia ada,” kata Purwadi, tokoh adat Desa Kemiren, seperti yang dikutip dari ringtimes.net Lantas seperti apakah Gombengsari, si desa penghasil kopi, itu? Gombengsari adalah sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Kalipuro.

Kelurahan Gombengsari terletak di dataran tinggi dengan kontur tanah berbukit, ia berada di ketinggian 450-500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hal inilah yang menyebabkan Kelurahan Gombengsari menjadi sentra dan penghasil kopi dengan kualitas yang baik. Sebagian besar biji kopi yang dibudidaya dan diperdagangkan secara global adalah coffea arabica dan coffea canephora dengan nama popular arabika dan robusta. Sisanya dalam jumlah yang tidak signifikan merupakan jenis coffea liberica yang diperdagangkan dengan nama kopi liberika dan excelsa.

Kopi excelsa tidak begitu familiar di dunia, juga di Indonesia. Tetapi tidak dengan di Filipina, kopi excelsa sangat digandrungi. Di Indonesia kopi excelsa tidak banyak dikembangkan, sehingga terkesan langka. Kesan langka itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di dunia. Tetapi, yang mengejutkan di Kelurahan Gombengsari selain terdapat kopi arabika dan robusta, ternyata juga terdapat kopi excelsa dengan kualitas cukup tinggi.

Di Kelurahan Gombengsari kopi excelsa dikenal dengan nama kopi buriyah. (Maya)