Erick Thohir Inginkan Para Atlet Lebih Fokus Ke Olimpiade 2020 Tokyo

Erick Thohir Inginkan Para Atlet Lebih Fokus Ke Olimpiade 2020 Tokyo

MEDIA - Ketua Umum KOI, Erick Thohir diinterview sejumlah media usai Buka Puasa Bersama KOI, di Jakarta, Senin (26/5) malam. (Dok/SHNet)

SHNet, JAKARTA — Erick Thohir sebagai Ketua Olimpiade Indonesia (KOI) berharap para atlet dan semua Pengurus Besar cabang olahraga agar lebih fokus menghadapi Olimpiade 2020 Tokyo. Erick mengatakan partisipasi pada SEA Games 2019 di Filipina hanya sebagai sasaran antara. 

Menurutnya, Indonesia harus melihat realita usai Asian Games 2018. Masyarakat pasti juga mengharapkan prestasi yang lebih baik setelah perhelatan pesta olahraga antarnegara Asia. Tahun lalu di Jakarta dan Palembang, Indonesia finish keempat dengan raihan 98 medali, yakni 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu. Indonesia hanya kalah dari negara-negara kuat Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Di Asian Games 2018, Indonesia juga berada di nomor satu negara Asian Tenggara. “Usai Asian Games 2018 level atlet kita sudah naik,” kata Erick dalam acara buka puasa bersama KOI dan media di Jakarta, Minggu (26/5) malam. Apalagi, Erick mengatakan, sejumlah cabor juga sudah bersiap menuju Olimpiade. “Ada beberapa yang mulai lolos. Seperti Lalu Muhammad Zohri yang sudah lolos Olimpiade,” kata Erick.

Erick pun mendorong Indonesia untuk meloloskan sebanyak mungkin atlet pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. “SEA Games hanya sasaran antara, sebagai partisipasi saja, kirim cabor persiapan, kami sepakat dengan usulan pemerintah yang  perbanyak atlet muda di SEA Games 2019,” kata dia.

Untuk SEA Games 2019, Erick mengatakan, adanya perbaikan prestasi dari hasil yang dicapai di Malaysia pada dua tahun silam sudah menunjukkan prestasi yang bagus. “Di SEA Games kita banyak cabang olahraga yang tidak ada pengurus cabornya. Kalau SEA Games Cabor selalu berubah,” katanya.

Sementara itu, untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, menurut Erick, tidak sekedar mempersiapkan sarana, tetapi juga harus siap secara prestasi. Erick mengatakan IOC juga mengharapkan Indonesia persiapkan atlet berprestasi.


“Saat saya mendampingi Wakil Presiden saat berjumpa presiden IOC, Thomas Bach mengungkapkan kita salah satu kandidat kuat. Dia juga meminta prestasi olahraga kita sukses,” kata Erick. Ia juga berharap cabor banyak menggelar kejuaraan internasional baik untuk persiapan fasilitas maupun prestasi atletnya. “Atletik, angkat besi kalau bisa menjadi tuan rumah seri kejuaraan dunia,” kata dia.

“Kita ingin punya mimpi sepakbola masuk semifinal olimpiade. Sepak bola punya potensi karena usia 23 kebawah. Kalau untuk menjadi tuan rumah piala dunia sepakat, baru 2038 atau 2042  jadi masih sangat lama  kita fokus olimpiade dulu,” tutup Erick. (Nonnie Rering)