Desa Siwalubanua Penghasil Keripik Pisang di Nias

Desa Siwalubanua Penghasil Keripik Pisang di Nias

SHNet, Jakarta – ” Desa Siwalubanua merupakan salah satu sentra penghasil pisang terbesar di Pulau Nias, sehingga kami merasa perlu mendorong masyarakat supaya dapat berkreasi memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah untuk memperoleh nilai ekonomis didalamnya,” ungkap Vasty, tenaga pelatih pengolahan kripik pisang.

Tim Pemberdayaan Masyarakat Obor Berkat Indonesia hingga kini masih terus berupaya untuk menciptakan perubahan bagi masyarakat setempat melalui Program Tehnologi Tepat Guna (TTG) yang dilaksanakan secara rutin.

Setelah beberapa waktu lalu diselenggarakan pelatihan pembuatan dodol durian, Obor Berkat Indonesia kembali mengadakan pelatihan dengan memanfaatkan buah pisang sebagai bahan dasar untuk diolah menjadi keripik aneka rasa.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini mendapatkan respon yang cukup baik dari masyarakat dan diikuti oleh setidaknya 50 peserta.

Tidak cukup dengan pelatihan pengolahan pisang, motivasi untuk membangkitkan semangat berwirausaha juga diberikan supaya para peserta mampu berwirausaha secara mandiri.

Sesi ini, peserta dibekali penjelasan mengenai peluang yang tersedia di alam sekitar dan bagaimana para peserta memanfaatkannya untuk memperoleh nilai ekonomi yang memberikan dampak bagi kesejahteraan keluarga.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pengolahan pisang. Seluruh peserta dipandu untuk memilih jenis pisang kepok kuning yang masih mentah, kemudian direndam dalam kapur sirih supaya menghasilkan keripik yang gurih dan tekstur yang lurus.

Pengemasan dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan yang cukup sederhana dan mudah didapatkan seperti plastik kemasan dan lilin yang berfungsi sebagai penutup kemasan.

“Saya harapkan saat ini masyarakat dapat berkreasi lebih lagi dengan mengolah kripik pisang dengan variasi rasa seperti barbeque, balado atau coklat. Kedepannya, OBI akan memberikan pelatihan lain, supaya masyarakat dapat memperoleh berbagai ilmu yang kemudian dapat diterapkan untuk ide berwirausaha,”tutupnya. (Maya)