Buah Pala Desa Wanayasa, Menghasilkan Sirup dan Permen Jelly

Buah Pala Desa Wanayasa, Menghasilkan Sirup dan Permen Jelly

SHNet , Purwakarta –  Daerah yang tidak jauh dari Jakarta ini, tepatnya di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta, dikenal sebagai daerah penghasil buah Manggis dan buah Pala yang melimpah. Untuk menghasilkan buah pala yang juga banyak di hasilkan dari kota hujan Bogor, buah pala oleh sebagian  masyarakat Kecamatan Wanayasa di oleh menjadi aneka  produk olahan unggulan diantaranya adalah dijadikannya permen jelly, selai serta sirup pala.

Olehan dari hasil bumi ini, berkat adanya  tangan kreatif dan produktif sejumlah ibu rumah tangga di Kampung Krajan Desa Wanayasa Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta, yang tergabung dalam Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat mampu mengolah buah pala menjadi empat produk.

“Kita olah jadi, permen jelly, selai, sirup dan juga teh,” kata salah satu penggiat UMKM tersebut, Eulis Supriyatiningsih (54).

Menurutnya, dari keempat produk olahan tersebut, dua diantaranya yakni permen jelly dan sirup adalah produk andalan yang laku keras di pasaran.

“Yang dominan itu permen jelly dan sirup. Karena banyaknya permintaan kita dalam seminggu bisa memproduksi 50 kilogram permen jelly dan 50 botol sirup kemasan 430 ml,” jelasnya.

Untuk harganya sendiri terbilang cukup murah, Eulis menjelaskan untuk permen jelly dalam kemasan harganya Rp 7.500, satu botol sirup Rp 15.000, selai dijual dengan harga Rp 3.000 dan teh dengan harga 3000 juga.

Untuk memproduksi keempat hasil olahan buah pala, Eulis mengaku dibantu oleh dua orang rekanya dan sejumlah tim lainya yang berada dalam satu naungan UMKM Bumdes Desa Wanayasa.

Sementara itu, pelaksana Operasional Bumdes Desa Wanayasa, Didin Syafrudin (38) mengaku, mendukung 100% berkembangnya usaha bisnis rumahan tersebut.

“Kami sangat mendukung usaha yang dilakukan ibu-ibu ini. Manfaatnya luar biasa, selain menambah nilai ekonomis, penggolahan buah pala juga membuat limbah kulit dan buah pala yang dulunya dipandang sebelah mata karena hanya bijinya saja yang dilihat menguntungkan, kini menjadi hal yang berguna,” ucap Didin di Kantor Desa Wanayasa. (Maya)