BKPM Diharapkan Lebih Banyak Penanam Modal

BKPM Diharapkan Lebih Banyak Penanam Modal

Jakarta, 18 Mei 1973 – Menteri Negara Ekuin Prof. Widjojo Nitisastro mengatakan semua ijin usaha menyangkut penanaman modal dalam dan luar negeri akan dipusatkan pada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang praktis akan dimulai bekerja 1 Juni 1973.

memberikan keterangan kepada pers hari Kamis selesai pertemuan dengan Presiden Soeharto di Istana Merdeka, Widjojo selanjutnya mengatakan bahwa urusan perpajakan juga akan dipusatkan di Badan tersebut.

Widjojo menekankan bahwa dengan terbentuknya badan itu akan mengurangi keharusan penanaman modal untuk terlalu banyak menghubungi instansi seperti yang berlaku selama ini.

Menjawab pertanyaan, Prof. Widjojo mengatakan bahwa pembentukkan badan dan penerapan cara baru dalam mengurus penanaman modal tersebut tidak meniru negara lain.

Widjojo menegaskan bahwa cara yang akan mulai diterapkan mulai Juni 1973 itu adalah tumbuh dari pengalaman sendiri dengan memperhatikan kelemahan diwaktu lalu.

Widjojo mengatakan bahwa dengan badan dan cara yang baru diharapkan akan lebih banyak menampung penanaman modal dalam dan luar negeri.

Prof. Sadli dalam pada itu menjawab pertanyaan pers mengatakan ia tidak akan memimpin lagi badan itu karena katanya telah lelah selama 7 tahun mengetuai panitia Penanaman Modal.

Pembentukkan Badan Koordinasi Penanaman Modal itu dibahas bersama Presiden dengan menteri Widjojo, Dr. Sumarlin, Jusuf, Sadli di Istana Merdeka hari Kamis.

Mengenai anggota yang akan duduk dalam badan itu oleh Widjojo dikatakan akan diumumkan Presiden lewat surat keputusan yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat ini. (SH)