Segera Dibuka Kran Ekspor dari Jayapura ke Negara Kawasan Pasifik

Segera Dibuka Kran Ekspor dari Jayapura ke Negara Kawasan Pasifik

Lukas Enembe

SHNet JAYAPURA  – Gubernur Lukas Enembe mengaku sudah lama meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka kran ekspor dari Provinsi Papua menuju ke wilayah negara Pasifik yang mempunyai prospek menjanjikan. Dengan demikian, Papua akan menjadi pintu masuk kawasan masyarakat ekonomi ASEAN bagi negara-negara pasifik.

“Jadi, kami bisa drop kebutuhan pangan masyarakat kita ke wilayah Pasifik termasuk PNG yang dihuni 8 juta penduduk, ditambah dengan 14 negara kecil sekitar 11.000 juta jiwa,” kata Lukas usai melakukan pertemuan tertutup selama 30 menit bersama Kepala Badan Karantina Pertanian (Kabarantan), Ali Jamil di Gedung Negara Dok V Jayapura beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, Lukas didampingi Sekda Papua Hery Dosinaen, Kepala Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Suzanna Wanggai, Kepala Dinas Perkebunan Jhon Nahumury, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Semuel Siriwa. Dalam mewujudkan hal itu, Propinsi Papua beberja sama dengan Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Bea Cukai, dan Imigrasi.

“Kalau kita bisa sinergi sama-sama, kita akan siapkan kebutuhan yang diperlukan untuk kemudian menjadi pintu Wilayah Pasifik,” katanya.

Beli Kapal Barang

Pada tahun 2021, Propinsi Papua sudah merencanakan akan masuk dan membeli kapal barang, sehingga dengan demikian semua kebutuhan bisa disalurkan. Kapal barang ini digunakan untuk menjaga ekspor ke luar negeri bersama Balai Karantina. Rute yang sudah berjalan adalah ekspor beras dari Merauke ke PNG.

“Hanya saja belum berjalan maksimal, karena aksesnya tidak jelas, apakah dengan kapal atau transportasi lain,” katanya. Karena itu, Balai Karantina, Bea Cukai, Perhubungan, dan Imigrasi harus bersinergi. Ia menjelaskan instruksi presiden saat berkunjung ke Jayapura beberapa waktu lalu adalah selain  jalur darat juga jalur laut. Sementara jalur udara membuka jalur penerbangan dari Bandara Sentani langsung menuju Port Moresby.

“Kami harap dalam waktu dekat Bandara Sentani bisa menjadi Bandara Internasional, karena jika ini tidak dilakukan maka ekspor ke wilayah Pasifik akan terkendala terus,”katanya.

Ali Jamil berjanji akan membuka seluas-luasnya peluang tersebut. “Karena itu sudah perintah Pak Presiden kepada menteri dan seluruh warga negara di Indonesia,” ujarnya. Ia mengatakan saat ini yang menjadi keinginan dari semua pihak adalah, menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045. “Tapi kalau ini bisa terjadi sebelum tahun itu, kenapa tidak. Apalagi potensi kita sangat besar,” katanya.

Papua menurutnya, memiliki produk berkualitas seperti markisa, kayu lapis, minyak sawit/CPO, buah merah, beras dan lainnya. Badan Karantina Pertanian (Barantan) juga mendorong pertumbuhan ekonomi pertanian di Papua lewat akselerasi ekspor produk pertanian, khususnya kopi asal Wamena. (Odeodata H Julia)