Pabrik Pengolahan Kakao Pun Resmi Melengkapi Berau Coal

Pabrik Pengolahan Kakao Pun Resmi Melengkapi Berau Coal

BUDIDAYA - Saat meresmikan Politeknik di Kabupaten Berau, Menteri ESDM, Ignasius Jonan mengatakan, inisiatif semacam budidaya cacao ini akan membuka aktivitas ekonomi serta lapangan pekerjaan baru yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar jika suatu saat kegiatan eksplorasi pertambangan usai. (Dok/SHNet)

SHNet, BERAU – Setelah mendirikan politeknik pertama di kabupaten Berau pada Jumat (5/4), tepat pada ulang tahun PT Berau Coal, Budidaya cacao pun sontak mengikuti.  Ya, Mengedepankan potensi setempat tak hanya dilakukan padasumber daya manusia, tapi menjangkau pula komoditas unggulan.

Seperti pendampingan perusahaan pada praktik budi daya kakao bagi masyarakat sekitar pertambangan, yang pada saat bersamaan juga resmi dilengkapi Pabrik Pengolahan Kakao.

Tak kurang dari 367 petani turut terlibat dalam Program Ekonomi Agribisnis Berau Coal, mengelola perkebunan kakao seluaskeseluruhan 350 hektare. Menurut Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin, itu sebagai upaya mendorong Berau selain sebagai sentra pertambangan dan pariwisata, dapat pula menjadi salah satu pusat budi daya serta produksi kakao nasional. Sehingga kawasan pasca tambang tak saja terpulihkan secara lingkungan, namun juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat, secara berkelanjutan.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan mengatakan, inisiatif semacam ini akan membuka aktivitas ekonomi serta lapangan pekerjaan baru yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar jika suatu saat kegiatan eksplorasi pertambangan usai.

Energi Berkeadilan

Program dan inisiatif tadi, membutuhkan kontinuitas pasokan energi. Hal ini tak luput dari perhatian Berau Coal yang sejak tahun 2005 telah memasok batu bara secara gratis sejumlah 120.000 MT per tahun ke PLTU Lati di Tanjung Redeb yang menjadi andalan PT PLN memenuhi kebutuhan energi di seluruh wilayah kabupaten. 

Sementara di sejumlah lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik, terutama di daerah terpencil sekitar tambang, dengan dukungan sesama pilar bisnis Sinar Mas, PT Surya Utama Nuansa, Berau Coal menginisiasi program energi terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga surya bagi desa binaan dan komunitas adat terpencil Dayak. 

Selain itu, guna mendukung gelaran MTQ Provinsi Kaltim tahun lalu, turut dipasang hingga 100 penerangan jalan umum tenaga surya.

Sebaik apapun program nya, tanpa pasokan energi yang memadai, tentu tidak akan berlangsung optimal. Itu sebabnya, pemenuhan kebutuhan energi secara berkeadilan di Berau menjadi salah satu program corporate social responsibility kami,” kata Fuganto.   (Nonnie Rering)