Milenial Tampilkan Busana Carnaval di Festival Teluk Tomini 2019

Milenial Tampilkan Busana Carnaval di Festival Teluk Tomini 2019

Festival Teluk Tomini 2019 berlangsung 19-23 April 2019. (Dok. Kemenpar.go.id)

SHNet, Parigi Moutong- Festival Teluk Tomini (FTT) tahun ini digelar pada 19-23 April 2019. FTT tahun ini mengusung tema ““Parigi Moutong Truly Indonesia“.

Kabupaten Parigi Moutong sejak tahun 2012 telah menggelar Festival Teluk Tomini (FTT) yang kemudian menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Bertolak dari tahun-tahun sebelumnya Festival Teluk Tomini kemudian menjadi perhelatan akbar berskala Internasional bertajuk “Sail Tomini” pada tahun 2015.

Bedanya FTT tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah warna-warni busana carnaval yang ditampilkan oleh para milenial. Selain itu ada lomba fotografi obyek wisata, festival musik tradisional, pemilihan putra putri bahari, festival kuliner dan pameran kerajinan rakyat.

Diujung prosesi pembukaan dihadirkan defile sekitar 20-an peserta yang menampilkan busana karnaval dari para milenial Sulawesi Tenggara. Menampilkan warna warni dan kreatifitas busana karnaval yang cukup menarik perhatian pengunjung. Defile karnaval tersebut sengaja melintasi panggung utama dimana Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar, Esthy Reko Astuti dan pejabat lainnya berada.

Diharapkan juga dengan adanya FTT ini juga bertujuan untuk menjadikan Kabupaten Parigi Moutong sebagai daerah pelopor pelaksana Fashion Carnival di Provinsi Sulawesi Tengah serta meningkatkan kunjungan wuisatawan Nusantara (Wisnus) di Provinsi Sulawesi Tengah Khususnya di Kabupaten Parigi.

Dalam sambutannya, Esthy menyatakan sangat mengapresiasi festival tahunan ini yang sudah berlangsung sejak 2015. “Saya sangat mengapresiasi kesinambungan festival ini, yang juga merupakan tindak lanjut dari event sebelumnya Sail Tomini dan terus digelar sampai sekarang”, ungkap Esthy Reko Astuti.

Ia mengatakan bahwa untuk lebih meningkatkan dan mendorong perekonomian daerah, maka pemda perlu membuat event-event sejenis yang berkelas sebagai daya tarik wisatawan.

Sebagai sebuah event, FTT 2019 sendiri mengalami kemajuan ditandai dengan berhasilnya masuk ke dalam 100 Calendar of Event (CoE) Kemenerian Pariwisata. “Ini patut diapresiasi, karena untuk dapat masuk ke dalam 100 CoE, FTT harus melalui kurasi oleh tim khusus dengan menilai 5C yakni creativity, communication, commercial, commitment dan consistency,” tandas Esthy.

Sesuai dengan namanya, event ini digelar untuk mengeksplor Teluk Tomini agar lebih dikenal masyarakat luas. Dengan festival ini, diharapkan kunjungan wisatawan semakin meningkat, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pada seremoni pembukaan FTT 2019, sejumlah penari mementaskan “Tari Mokambu” yang juga merupakan tari selamat datang menyambut tamu tamu besar yang datang bertandang ke provinsi Sulawesi Tengah. Tarian ini bernuatan pesan untuk mendatangkan keselamatan dan rezeki bagi mereka yg berkunjung di tanah Kaili Parimo.

Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah, Norma Mardjanu yang mewakili Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan bahwa pihaknya yakin dan percaya mampu meningkatkan pariwisata daerah ini. “Sulawesi Tengah adalah daerah yang sangat kaya akan destinasi dan budaya sehingga mendapat julukan Miniatur Indonesia. Ini adalah sebuah potensi. Untuk pengembangan parawisata daerah ini selanjutnya, semua unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Akseksibilitas) akan terus dimaksimalkan,” tandasnya. (Stevani Elisabeth)