Mensos Yakin Keluarga dan Pesantren Bisa Cegah Narkoba

Mensos Yakin Keluarga dan Pesantren Bisa Cegah Narkoba

Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita saat berkunjung ke Pesantren Al-lttifaq-Kabupaten Bandung, Jumat (12/4). (Dok. Kementerian Sosial RI)

SHNet, Bandung– Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, yakin Keluarga dan Pesantren dapat menjadi mitra pemerintah dalam menangani dan mecegah penyalahgunaan narkoba. Melihat maraknya peredaran narkoba belakangan ini membuat kita semua harus waspada akan dampaknya yang akan merusak bangsa.

“Akibat penyalahgunaan narkoba ini, negara setiap tahunnya mengalami kerugian ekonomi mencapai 70 Trilyun, selain mendatangkan kerugian materil, tetapi juga merusak syaraf diotak yang menjadi pencetus gangguan kejiwaan atau skizofrenia, dan yang lebih mengerikan lagi menjadi penyebaran HIV-AIDS, TBC, dan Hepatitis C” kata Mensos di hadapan 2.000 peserta Sosialisasi Peningkatan Peran Keluarga dan Pondok Pesantren dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di pesantren Al-lttifaq-Kabupaten Bandung, Jumat (12/4).

Mensos menyampaikan bahwa pondok pesantren sebagai lembaga yang mencetak calon-calon suami yang shalih dan calon-calon istri yang shalihah dapat berperan sebagai pendukung kemajuan Islam maupun bangsa secara keseluruhan.

Sementara keluarga yang merupakan potensi dan sumber kesejahteraan sosial menjadi awal dan akar dalam pencegahan dan penanganan berbagai masalah sosial, termasuk masalah penyalahgunaan narkoba

Mensos mengingatkan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat. jika mendapati anggota keluarga yang dicurigai mengalami perubahan drastis yang tidak stabil, kemungkinan sudah terpapar narkoba.

“Mari kita antarkan mereka yang sudah menjadi pecandu untuk melaporkan diri ke IPWL untuk mendapatlan pelayanan rahabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya di mana banyak terdapat pondok pesantren, juga merupakan alternatif solusi yang tepat dalam pencegahan dan rehabilitasi pecandu narkoba” kata Mensos.

Dikesempatan lainnya, Mensos dihadapan 2.000 orang peserta di Pondok Pesantren Al-Islamiyah Kabupaten Bandung Barat menyampaikan bahwa Kementerian sosial memiliki beberapa program untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, yakni salah satunya adalah program pemberdayaan masyarakat pada Ditjen Pemberdayaan Sosial.

Tidak lupa dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Peran Keluarga dan Pondok Pesantren Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, Mensos juga mengajak kita semua untuk bersatu padu selamatkan keluarga Indonesia dari penyalahgunaan narkoba, bersama memberantas narkoba, keluarga Indonesia adalah keluarga yang tangguh, dan keluarga yang berdaya.

Hoaks

Mensos menyampaikan bahwa kita semua sudah masuk pada Era Revolusi Industri 4.0. Era ini menyediakan teknologi mutakhir yang kalau kita pergunakan dengan bijak dapat membawa hal yang sangat positif dan lebih baik. Teknologi ini dapat dengan cepat menjawab tantangan di masyarakat, tetapi juga dapat membawa dampak negatif.

kemajuan teknologi ini selain dapat menjadikan program pemerintah menjadi lebih baik, dapat juga menjadikannya lebih cepat dan efisien untuk menyesuaikan dinamika yang berjalan lebih cepat di tengah kehidupan masyarakat. Selain itu kemajuan teknologi ini dapat digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam menyebarkan berita bohong atau hoaks lebih cepat.

“Akhir-akhir ini sangat gencar sekali penyebaran hoaks, hoaks bisa masuk keruang publik dan private secara cepat, ini merupakan dampak dari teknologi yang tersedia, kita jangan menganggap remeh dan main-mian karena ini bisa menimbulkan masalah ditengah masyarakat, dapat merusak sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dan pada akhirnya dapat merusak NKRI” Kata Mensos. (Stevani Elisabeth)