Menristekdikti Dorong Mahasiswa Menjadi Entrepreneur Muda

Menristekdikti Dorong Mahasiswa Menjadi Entrepreneur Muda

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dorong mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda. (Dok. Humas Kemenristekdikti)

SHNet, Sidoarjo– Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong mahasiswa untuk menggali potensi kewirausahaan dalam dirinya selama berkuliah, agar mereka dapat menciptakan lapangan kerja setelah lulus.

Kemenristekdikti menyediakan berbagai program pembinaan dan kompetisi kewirausahaan yang dapat diikuti mahasiswa seperti Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia.

“Melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, saya buat program kewirausahaan. Tujuannya biar mereka dapat berlatih di dalam kampus. Setelah mereka berlatih, nanti setelah lulus mereka bisa berinovasi dengan teknologi yang mereka miliki. Mereka bisa menjadi entrepreneur muda, ” ungkap Menristekdikti saat memberikan Kuliah Umum “Kegiatan Kemahasiswaan pada Era Revolusi Industri 4.0″ di Universitas Nahdlatul Ulama (UNUSIDA) Sidoarjo pada Senin (8/4).

Ia menyatakan dunia orang tua dengan pemuda Indonesia saat ini sudah berbeda. Ada persaingan antara teknologi dengan tenaga kerja manusia yang membuat kebutuhan lowongan pekerjaan berubah.

” Dunianya berbeda sekali. Anak muda sekarang itu biasanya di dalam kerja, satu tahun, dua tahun pindah. Mereka mencari jati diri untuk membentuk entrepreneur muda dan itu harus kita dorong. Jangan diarahkan jadi seperti orang tuanya saja, atau harus jadi PNS saja,” ungkap Nasir.

Selama pemerintahan lima tahun terakhir, Menristekdikti berbangga mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi menjadi kalangan yang dominan dalam kesuksesan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Kemenristekdikti yang sudah melahirkan 1307 startup berbasis teknologi.

“Iran untuk menjadikan startup seribu perlu sepuluh tahun. Indonesia mencapai 1300 startup hanya dalam masa lima tahun pemerintahan Presiden Jokowi,” jelas Menteri Nasir.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sidoarjo Syaiful Ilah juga menyampaikan kepada para mahasiswa agar mencari kemampuan yang tidak bisa digantikan oleh mesin, yaitu kreativitas.

“Karena kemajuan teknologi informasi bergerak dengan cepat dan mengubah dunia secara modern di berbagai bidang. Kegiatan industri akan dialihkan ke teknologi digital. Hanya kreativitas yang tidak bisa tergantikan oleh mesin. Kreativitas menjadi kunci dari kemandirian. Nanti diharapkan akan semakin banyak muncul para wirausahawan wirausahawati muda yang dapat membantu memecahkan masalah sumber daya manusia di masa yang akan datang,” ungkap Bupati Sidoarjo Syaiful Ilah.

Dalam kesempatan yang sama juga, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) Fatkul Anam mengapresiasi dukungan Kemenristekdikti bagi pengembangan mahasiswa di perguruan tingginya yang baru berumur empat tahun tersebut, salah satunya melalui alokasi beasiswa Bidikmisi yang mencapai 300 penerima dari empat angkatan pertama Unusida.

“Harapan kita bersama di masa yang akan datang semoga kuota Bidikmisi untuk mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo ini dapat ditambah lebih banyak lagi. Seiring dengan manfaat yang diperoleh terutama bagi anak-anak kita dari pesantren yang kurang mampu yang mempunyai keinginan luar biasa berkuliah di perguruan tinggi,” papar Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Fatkul Anam. (Stevani Elisabeth)
.