Hariyanto Boejl, Pemusik Yang Tetap Cinta Dunia Jurnalis

Hariyanto Boejl, Pemusik Yang Tetap Cinta Dunia Jurnalis

KARIR - Hariyanto Boejl mengawali karir sebagai jurnalis foto di Jawa Pos dan hingga kini masih aktif di Harian Media Indonesia. (Ist)

SHNet, JAKARTA – Penyanyi senior Hariyanto Boejl tak masuk ke dunia musik dengan mudah. Ia harus melewati sejumlah tahapan. Sebelum sukses menggelar sejumlah konser hingga yang paling gres, konser Kolase Indonesia di kasawan Kemang, Jakarta, Kamis (25/4), sehari-harinya Boejl menjalani profesi sebagai wartawan foto.

Ia mulai karier sebagai wartawan foto Jawa Pos pada 1993. Dari situ ia mulai bekerja di sejumlah media, termasuk menjadi editor foto di Tempo News Room. Kini Boejl jadi Kepala Divisi Artistik dan Foto di Media Indonesia.

Boejl juga aktif memberikan workshop fotografi jurnalistik, menjadi kurator buku-buku fotografi jurnalistik, penulis buku-buku fotografi dan menjadi juri berbagai lomba foto berskala nasional maupun internasional sejak 2005 hingga saat ini.

Sementara itu, VP Corporate Communication BNI Selly Adriatika mengatakan Hariyanto Boejl adalah seorang wartawan foto yang punya talenta sebagai seniman dan musisi.

“Suara emas Hariyanto Boejl telah mewarnai blantika musik nasional. Konsep Konser Kolase Indonesia ini sangat menyejukkan kondisi politik Indonesia,” kata Selly.

Sangat bisa dipahami jika musik bagi kebanyakan orang adalah sebagai penghibur hati, memberikan rasa senang. Intinya bahwa musik sudah menjadi bahasa sehari-hari manusia.Musik, kata Selly, sebagai seni mampu mengungkapkan hal-hal yang tidak dapat diekspresikan dengan kata-kata, ataupun oleh jenis seni lainnya.

“Musik lebih mampu dan lebih ekspresif dalam mengungkapkan perasaan daripada bahasa lisan dan tulisan. Sebab bentuk-bentuk perasaan manusia jauh lebih dekat atau sesuai dengan bentuk-bentuk musikal,” tutur Selly.  (Nonnie Rering)