Desa Segoroyoso Penghasil Kerupuk Rambak, Sering di Jadikan KKN Bagi Mahasiswa

Desa Segoroyoso Penghasil Kerupuk Rambak, Sering di Jadikan KKN Bagi Mahasiswa

SHNet, Jakarta – Desa Segoroyoso ini memang sudah terkenal seantero penikmat kerupuk rambak, sehingga tidak sulit untuk sampai ke pusat home industri ini yang merupakan centra penghasil kerupuk Rambak.

Berkesempatan untuk bisa berada di desa suatu yang sangat luar biasa, karena tidak jauh dari rumah selain menemukan pengrajin kerupuk rambak, kita juga akan menemukan peternak-peternak sapi.

Desa yang terkenal adem ini memiliki pabrik kerupuk rambak atau lebih dikenal dengan sebutan kerupuk kulit .arena disini terjadi proses pembuatan kerupuk mulai dari melepaskan kulit, menjemur,merebus, memotong hingga menggorengnya, sebut salah satu karyawan.

Di pabrik ini, menurut  pak Muji panggilan akbrab Bapak Pamuji, pabrik tempat ia bekerja sekarang sering dijadikan percontohan dan dikunjungi mahasiswa KKN (kuliah Kerja Nyata), yang menjadi daya Tarik dari pabrik ini adalah semua karyawan wajib memahami alur kerja dan tidak terfokus satu pekerjaan saja,

“jadi semua tahu dan pandai serta menguasai urutan pekerjaan”, ungkap Muji.

Kerupuk Rambak untuk beberapa daerah ada yang mengenal dengan nama kerupuk Jangek, ada pula yang mengenalnya dengan nama kerupuk kulit lantaran karena memang bahan baku kerupuk ini terbuat dari kulit kerbau, sapi bahkan ada juga menggunakan kulit kambing.

Khusus tempat dimana bapak Pamuji bekerja, sangat selektif memilih bahan baku,sehingga mereka hanya memproduksi kerupuk rambak dari kulit kerbau yang didatangkan dari luar pulau Jawa,salah satunya dikirim dari Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Musim kemarau seperti ini memang sangat berpihak pada pabrik-pabrik kerupuk rambak, hal ini dipicu karena bahan mentahnya sebelum dan setelah rebus selama 15-19 jam harus dijemur, ini yang menyebabkan mengapa pabrik-pabrik produk andalan desa tersebut sangat bergantung pada sinar matahari.

Pamuji beserta rekan-rekan yang lainya merasa bangga meskipun Desa Segoroyoso, Pleret Kabupaten Bantul jauh dari kemaraian kota Jogja tetapi masih disinggahi wisatawan dan Mahasiswa yang ingin melihat proses pembuatan bahkan membeli produknya, “kami banggalah pak banyak dikunjungi orang” tukas Pamuji. (Maya)