Berhasil Temukan Jenis Binatang Purba Yang Sama Sekali Belum Dikenal Manusia

Ekspedisi Ilmiah Belgia Di Irian Jaya :

Berhasil Temukan Jenis Binatang Purba Yang Sama Sekali Belum Dikenal Manusia

Jakarta, 24 April 1975 – Professor Andre Capari, seorang naturalis Belgia telah menemukan satu tempat yang baik bagi penemuan ilmiah di hutan daerah Timur jauh.
Prof. Capari, Direktur dari The Royal Belgian Institute of Natural History mengatakan mengenai ekspedisi biologinya yang ke-35 ketiak ia berada di Singapura belum lama ini dalan satu kunjungan privenya mendampingi mantan Raja belgia Leopold di Irian Jaya.
Ia mengatakan : Penyelidikan di kawasan ini telah berhasil menyingkapkan spesi yang masih belum dikenal sama sekali oleh manusia.

Tempat itu secara ghaib telah terhindar dari kemunahan oleh lapisan es (gletser) pada jaman es terakhir dan akibatnya beberapa binatang yang paling langka di dunia masih diketemukannya di sana.
Prof. Capari yang bersama rombongan ahli zoologi (hewan) dan ahli Ichtthyologi (mengenai ikan) dalam kunjungannya baru-baru ini ke Irian Jaya mengatakan :

“Selama ekspedisi kami ke Irian Jaya menemukan binatang primitf yang langka lainnya di Hateria, seekor ular berkaki yag diduga telah musnah sajak lama”.
Penyelidikan menarik lainnya yang dilakukan, katanya tentang cepat musnahnya orang suku primitf di daratan Irian itu.

Prof. Capari yang berada di antara dua orang sarjana Belgia, seorang Perancis dan ahli Indonesia dalam ekspedisi tersebut berkata : “ini benar-benar manusia jaman batu, hidup dalam gua dan sama sekali terisolir dari peradaban karena topografi daerah tersebut”.

Jiak cara hidup mereka dirubah, mereka aka mudah musnah tersapu oleh peradaban.
Orang ini, katanya, berbicara dengan lebih dari seratus bahasa yang berlainan.
Mereka mutlak tidak mempunyai hubungan kesukuan satu sama lainnya, terpisah dari suku lainnya oleh sungai yang dalam atau daerah rawa atau oleh dataran tinggi yang tidak bisa dilalui, katanya.

Ekspedisi tersebut juga telah menemukan satu jebakan es permanen di tengah-tengah pulau itu yang pada dasarnya mempunyai fauna sama dengan benua Australia. (SH/Ant)