Barang – Barang Kuno Asli Jangan Dijual Kepada Wisatawan

Wakil Presiden Di Pulau Nias

Barang – Barang Kuno Asli Jangan Dijual Kepada Wisatawan

Jakarta, 23 April 1973 – Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan rombongan Minggu siang telah kembali di Jakarta setelah sejak hari Jum’at mengadakan peninjauan kebeberapa desa di Kecematan Teluk Dalam, Pulau Nias.
Kesempatan 6 jam di Pulau Nias itu telah digunakan Wakil Kepala Negara untuk meninjau dari dekat desa Bawomataluo, sebuah desa yang masih asli belum mengalami perubahan sejak ratusan tahun.

Tempat itu akan dipakai sebagai salah satu obyek wisatawan asing dalam rangka Singapore – Bali Crulses dengan kapal pesiar MS Prinsendam milik Holland Amerika Lines.

Untuk mencapai desa ini harus menaiki tangga sebanyak lebuh dari 800 anak tangga.
Sri Sultan terpaksa naik di atas tandu yang sengaja disediakan untuk para tamu dari Jakarta.

Rombongan menyaksikan pertunjukkan spesifik Nias yaitu antara lain tarian Mogaela, tari Fatale (tari perang) dan beberapa tari lainnya.
Disamping itu rombongan juga melihat keahlian pemuda-pemuda melompati batu tersusun setinggi 2 meter yaitu olahraga yang pada jaman dahulu penting guna melompati pagar pertahanan musuh karena antara satu kampung dengan kampung lainnya sering berperang.

Dalam wejangan, Sri Sultan menekankan agar penduduk setempat tidak menjual barnag-barang kuno asli kepada wisatawan yang direncanakan akan mengunjungi daerah tersebut setiap 2 minggu sekali.

Untuk soevenir kepada tamu asing, Sri Sultan menganjurkan agar dibuat barang-barang tiruan yang murah sehingga selain terbeli oleh wisatawan juga dapat memberikan income baru bagi penduduk setempat.
Selain itu Wakil Presiden juga menganjurkan agar tetap membina kebudayaan yang masih aslli dan bila mungkin harus dikembangkan.

Meninjau rumah adat
Keistimewaan lain yang terdapat dalam desa ini adalah sebuah rumah adat yang sudah dibangun sejak 150 tahun yang lalu. Di dalam rumah tersimpan barang-barang kuno seperti gendang, gong, dan alat upacara adat juga terdapat ratusan kerangka kepala babi yang tergantung di wuwungan yaitu bekas kepala babi yang dipakai untuk upcara adat.

Pada dinding rumah adat terdapat berbagai relief pahatan. Ukiran itu menonjol lebih kurang 20 Cm langsung diukir dari kayu dan merupakan satu bagian dari dinding.

16 jam perjalanan dari Padang
Rombongan Wakil Presiden mencapai Teluk Dalam dengan menggunakan kapal RI Multatuli dari Padang dalam pelayaran selama lebih kurang 16 jam lamanya.
Ikut dalam rombongan antara lain Menteri Agama Mukti Ali yang dalam kesempatan di Nias telah menyerahkan 100 buah Al-Quran untuk dibagikan kepada masyarakat Islam setempat.

Menteri Agama dalam rangka hari Jum’at Agung telah memperingati dengan memberikan ceramah kepada rombongan dan awak kapal di geladak RI Multatuli.
Rombongan resmi lainnya adalah Menteri PUTL Ir. Sutami yang telah meninjau keadaan jalan menuju desa Bawemataluo, rombongan KONI Pusat dipimpin Letjen Suprayogi, Sekjen Memperhub Suyono Suparto dan rombongan Nitour yang akan menerima dan mengatur wisatawan Holland America Lines dalam Cruises nanti dipimpin Sri Budoyo dan General Manager-nya Kabul.

Ikut serta dalam rombongan Gubernur Sumatera Barat Harun Zein dan Gubernur Sumatera Utara Marah Halim. (SH)