AMMDes, Alat Multiguna “Pak Tani”

AMMDes, Alat Multiguna “Pak Tani”

SHNet – Pemerintah sekuat tenaga mendorong kemandirian industri nasional dalam mengembangkan alat mekanis multiguna pedesaan (AMMDes) agar kompetitif di pasar domestik. AMMDes memiliki fungsi utama mengakomodasi kebutuhan masyarakat di pedesaan. Pada April 2019 ini telah mulai dipasarkan secara luas.

Di antara fungsi AMMDes adalah mendukung pascapanen atau alat angkut hasil hortikultura, penjernihan air, peningkatan produksi tanaman dan sebagainya sesuai kebutuhan masyarakat. Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, pengembangan AMMDes diapresiasi banyak pihak karena mampu memberikan beragam manfaat bagi kebutuhan masyarakat desa.

“Kementerian Perindustrian memang bertekad untuk terus mendorong pengembangan dan pemanfaatan AMMDes secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga menggenjot produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa dalam upaya menciptakan kemandirian industri dan ketahanan ekonomi nasional,” kata Airlangga di Jakarta beberapa waktu lalu.

AMMDes diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Agustus 2018 lalu. Hingga kini perkembangannya luar biasa dan telah diproduksi secara masal karena terbukti sangat diminati oleh masyarakat.

“AMMDes telah diproduksi massal dengan pengembangan beragam aplikasi untuk pertanian, perkebunan, perikanan, kesehatan, hingga tanggap darurat bencana. Bahkan, bisa menjadi unit usaha,” jelas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Beberapa unit AMMDes sudah diaplikasikan pada berbagai bidang, seperti yang dilengkapi dengan alat perontok padi, penjernih air, pembuat es serpihan, pengolah kopi, pemoles beras, generator listrik, pascapanen pisang, dan ambulance feeder.

Diapresiasi

Pada penyelenggaraan The 2nd AMMDes Summit and Exhibition di ICE BSD City, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu, Siti Kamarijah ketika menjadi narasumber mewakili Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan apresiasi terhadap pengembangan AMMDes yang dapat dimanfaatkan oleh para nelayan.

“Kami melihat AMMDes sangat mendukung kegiatan nelayan, seperti untuk penangkapan ikan. Sebab, mereka membutuhkan perbekalan air bersih dan es. Ini merupakan kebutuhan vital yang biasanya wajib mereka bawa, karena untuk menjaga mutu hasil tangkapannya,” papar Siti.

Adanya AMMDes yang dilengkapi aplikasi penjernih air dan pembuat es serpihan, diyakini pula akan mendongkrak nilai penjualan ikan karena kualitasnya dapat terjaga dengan baik. “Ini yang tentunya bisa menguntungkan bagi nelayan. Bahkan, AMMDes dapat menumbuhkan unit usaha baru bagi komunitas atau koperasi nelayan,” katanya.

Fitri Suciani dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyampaikan kebanggaannya tehadap AMMDes sebagai karya anak bangsa yang bisa digunakan ketika kondisi darurat atau pascabencana. Contohnya, AMMDes penjernih air yang telah dimanfaatkan bagi para penyintas gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, pada akhir tahun lalu.

“AMMDes tersebut memang sangat dibutuhkan sekali, khususnya di lokasi-lokasi yang air bersihnya sangat terbatas seperti waktu itu di Palu, Sigi, dan Donggala. Apalagi, air bersih sangat vital untuk menunjang segala aktivitas masyarakat,” ujarnya. Karena itu, Fitri berharap, Kementerian Perindustrian dan Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) berkerja sama dalam pengembangan AMMDes sebagai alat multifungsi untuk tanggap bencana.

Muhamad Farid selaku Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Magaya Pura di Sigi, Sulteng, mengaku telah merasakan manfaat dari kehadiran AMMDes penjernih air. “AMMDes penjernih air sangat bermanfaat bagi kami sebagai masyarakat yang terkena dampak bencana. Dalam kondisi tersebut, masyarakat memang sangat membutuhkan air bersih,” katanya.

Adanya AMMDes penjernih Air, mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk tujuh desa. “Kami memperoleh satu unit dari Kementerian Perindutrian. Sampai saat ini, masih berproduksi. Jadi, setiap hari keliling untuk tujuh desa. Pengoperasinnya sangat mudah. Karena kami juga sudah mendapatkan pelatihan dari Kemenperin untuk menguasainya,” kata Farid.

Apresiasi juga disampaikan oleh Nur Soleh dari Koperasi Tani Hijau di Tanggamus, Lampung yang  mengemukakan bahwa AMMDes mampu memudahkan aktivitas kelompok taninya dalam mengirim hasil panen pisang. Sebelumnya, dengan menggunakan sepeda motor hanya bisa membawa tiga tandan pisang, tetapi pakai AMMDes dapat mengangkut 11 tandan pisang ditambah membawa satu karung pupuk.

“Jadi, sekarang lebih efektif dan murah untuk biaya transportasinya, karena bahan bakarnya juga irit. Bahkan, dari kemampuan AMMDes, kami tidak terkendala dengan cuaca hujan atau jalan licin. Sejauh ini, kami belum menemui masalah ketika berada di jalan dengan tingkat kecuraman yang tinggi. Kemudahan ini yang kami percaya akan membawa profit yang besar bagi kami,” katanya.

Bahkan, United States Agency for International Development (USAID) menyatakan puas dengan performa AMMDes yang diproduksi oleh PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) dan dipasarkan oleh PT Kreasi Mandiri Wintor Distributor. USAID sudah menguji coba performa AMMDes aplikasi ambulance feeder untuk membantu mobilisasi warga di lingkungan kampung Baduy, Kabupaten Lebak, yang membutuhkan layanan kesehatan, seperti ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat saat persalinan.

Dikebut

Semenjak diluncurkan AMMDes memang sangat dikebut oleh Presiden Jokowi. Diluncurkan bulan Agustus 2018, di produksi awal 2019 dan dipasarkan secara massif pada April 2019. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto,  pada Januari 2019 lalu mengungkapkan alat multiguna bagi “Pak Tani” tersebut sangat cocok dengan kebutuhan.

Karena itu, pendaftaran merek di Kementerian Hukum dan HAM, penetapan Kode Perusahaan dan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dari Kementerian Perindustrian, hingga persiapan untuk mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) di Kementerian Perhubungan dilakukan secara marathon, namun tetap dalam aturan yang tepat.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Andika, mengatakan keberadaan AMMDes akan membantu memperkecil ketimpangan yang ada di pedesaan. Saat ini, AMMDes diproduksi oleh PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) mempunyai model dasar yang dilengkapi dengan flat deck dan fitur power take off (PTO).

“Mesin diesel yang digunakan pada model ini telah mengalami penyesuaian untuk mendapatkan performa yang lebih baik di medan off road dan berbukit,” kata Putu. Model ini juga mengaplikasikan sistem penggerak tunggal yang dirancang dengan kecepatan maksimal 30 km per jam dan kapasitas silinder sebesar 650 cc atau setara dengan 14 HP.

Selain itu, model ini dilengkapi dengan differential lock sebagai fitur pengunci roda belakang sehingga dapat bergerak secara bersamaan untuk menambah traksi saat melintasi jalan yang buruk. “Saat ini, AMMDes telah diproduksi massal dengan pengembangan aplikasi untuk pertanian, perkebunan, perikanan, kesehatan, dan tanggap darurat bencana,” katanya. (inno jemabut)