100 “Influencer” via Medsos Peroleh Penghargaan

100 “Influencer” via Medsos Peroleh Penghargaan

Acara pemberian penghargaan kepada para “Influencer” di Novotel Hotel & Resorts Bogor, Jumat (12/4) lalu. Foto dari Kominfo.go.id [SHNet/Ist].

SHNet, Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan penghargaan kepada 100 orang “influencer” yang aktif di media sosial (medsos). Para penerima penghargaan tersebut dinilai sebagai “influencer” karena peran mereka menyebarkan berbagai informasi yang positif dan membangun kepada masyarakat.

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam acara Influencer Awards. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Dirjen Kebudayaan Bapak Hilmar Farid hadir pada acara ini. Acara berlangsung di Novotel Hotel & Resorts Bogor, Jumat (12/4), dimulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB.

100 influencer penerima penghargaan itu terbagi ke dalam tiga platform medsos, yakni Twitter, Instagram, dan Youtube. Penerima penghargaan kategori Twitter antara lain adalah Julie Estelle, Gustika Hatta, Ivan Lanin, Handoko Tjung, Enda Nasution, Raden Rauf, Henri Manampiring, Rahmayanti Akmar, dan Zarry Hendrik.

Penerima penghargaan dari Kategori Instagram antara lain adalah Wirda Mansyur, Tissa Biani, Natasha Wilona, Nicta Gina, Adinia Wirasti, Eddy Hidayatullah, Ana Riana, dan Nurul Afifah Marwatin. Sedangkan penerima penghargaan dari Kategori Youtube antara lain adalah Bayu Skak, Moto Mobi Fitria Eri, dan Abdur Arsyad.

Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis kepada tiga orang perwakilan dari masing-masing kategori, dipandu oleh Edi Brokoli, Arie Keriting, Ge Pamungkas dan Soleh Solihun.

Roadshow The Future Is Here!
Sebelumnya, pada hari dan tempat yang sama, berlangsung Roadshow The Future Is Here! Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Roadshow The Future Is Here! yang berlangsung di Bandung pada 4 April 2019 dan Yogyakarta pada 6 April 2019 yang lalu.

Penyelenggaraan Roadshow ini antara lain berangkat keprihatinan terhadap generasi milenial dalam memperoleh informasi yang akurat tanpa hoaks, sehingga mendorong sejumlah institusi pemerintah dari Kemendikbud, Bekraf, dan swasta yang turut menginisiasi acara bincang-bincang “influencer” ini.

Saat ini Kementerian komunikasi dan Informatika (Kominfo) membangun jaringan serat optik yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, mulai dari ujung timur sampai ujung barat. Proyek bernama Palapa Ring ini merupakan lanjutan proyek yang dicetuskan tahun 2005. Palapa Ring termasuk ke dalam salah satu proyek strategis nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksana Proyek Strategis Nasional. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) dari Kominfo menjadi pihak yang menggarap proyek ini

Banyak manfaat yang diberikan bagi generasi muda khususnya generasi milenial dengan fasilitas canggih yang tengah disiapkan pemerintah untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0. Salah satu implementasi adanya tol langit yang dibangun di Indonesia adalah saat ini kita bisa menggunakan wifi gratis pada penerbangan Citilink. Ini merupakan salah satu upaya penghubung berbasis digital bagi penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengajak seluruh anak muda berpartisipasi dan membuat inovasi dalam memanfaatkan tol langit yang telah dibangun di Indonesia. Menurut Triawan, generasi milenial dalam hal penggunaan teknologi lebih dominan, budaya lebih pop dan nilai-nilai yang jauh lebih toleran. Banyak contoh keberhasilan yang dilakukan generasi milenial dalam mengembang sektor bisnis. Munculnya raksasa ekonomi digital nasional seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak dan lainnya.

Menangkap Peluang Inovasi Digital
“Ini menunjukkan anak-anak muda bisa menangkap peluang inovasi digital dengan cermat. Perkembangan pesat yang dilakukan pemerintah saat ini, memang memberikan efek positif bagi industri kreatif. Memberikan peluang pada generasi muda saat ini,” kata Triawan.

Bekraf sendiri, sambungnya, mendorong agar para pelaku sektor ini tidak hanya sebagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), melainkan menjadi usahawan baru dengan penghasilan miliaran rupiah demi menyejahterakan ekonomi Indonesia.

Ia menyatakan bahwa sektor ekonomi kreatif telah memberikan sumbangsih terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, pertumbuhan industri kreatif Indonesia selalu positif. Ia menyampaikan bahwa UMKM berbasis ekonomi kreatif dengan mudah meraih pasar dengan dukungan “e-commerce”.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di Yogyakarta, menyatakan pemerintah membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berprestasi demi kemajuan Indonesia, antara lain saat penyelenggaraan Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018. Selain prestasi, bonus dan peluang penyerapan tenaga kerja juga terjadi dalam kedua ajang tersebut.

“Kita telah berhasil menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018, yang disambut antusiasme partisipasi kaum muda atau kalangan milenial,” kata Imam.

Sebelumnya, di Bandung, Donny Gahral Adian, peraih gelar Doktor bidang Ilmu Filsafat dari Universitas Indonesia mengatakan bahwa anak muda dan teknologi memang tidak dapat dipisahkan. Mereka dapat melihat peluang yang bisa menjadi bisnis baru di Indonesia.

Di Bandung, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dakhiri menyampaikan bahwa sekarang ini bukan waktunya para pemuda mencari kerja dan bertanya-tanya kerja di mana. Sekarang adalah waktu untuk tetap bekerja dan menciptakan kerja.

Lebih lanjut, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan bahwa anak muda saat ini memiliki misi penting mengenalkan wajah Indonesia di mata dunia. Indonesia yang memiliki kekayaan budaya dengan berbagai ragam suku bangsa yang ada, memang menjadi keistimewaan sendiri bagi Indonesia.(whm/sp)