Ulama Islam Nonton “The Bible”

Jangan Buru-Buru Memvonis

Ulama Islam Nonton “The Bible”

Jakarta, 21 Maret 1970 – Tokoh Islam dari berbagai parpol dan ormas, para kyai, ulama mubaligh dan cerdik cendikiawan dalam lingkungan “Pusat Dakwah Islam”, malam Jum’at telah memenuhi Studio PFN Jatinegara untuk menyaksikan Film “The Bible”.

Para pengunjung yang menyaksikan film tersebut atas undangan Menpen Budiardjo, tampaknya telah terangsang sehingga para pengunjung banyak yang tidak kebagian tempat duduk.

Kata pengantarnya menyatakan bahwa ia sengaja mengundang para alim ulama untuk menyaksikan film “The Bible” agar dapat memberi penilaian yang adil terhadap film tersebut.

Dikatakan bahwa mekanisme sensor telah dijalankan sebagaimana mestinya oeh Badan Sensor Film dan meloloskan film tersebut berdasarkan pertimbangan yang cukup dan yakin tidak akan menggoncangkan umat Islam.
Dalam Badan Sensor sendiri duduk Wakil Departemen Agama, parpol Islam dan tokoh Islam dalam masyarakat yang telah membenarkan film tersebut.

Ditegaskan oleh Menpen hendaknya para alim ulama jangan buru-buru menjatuhkan vonis agar dengan kepala dingin meninjau film tersebut dari pandangan yang luas, demikian IPMI.

Tampak antara lain Ketua Syuriah PBNU KH. Masjkur, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Dakwah Islam/Wakil Ketua DPA KH. M. Ilyas, Sekneg Alamsyah, Dirjen Bimasa Islam H. Ruslan, Sekjen OIAA Marzuki Jatim, Prof. Ibrahim Husin LML dan Direktur Peradilan Agama Pusat KH.M Zaini, Pembesar terakhir yang muncul menurut “IPMI” adalah Menteri Agama KH. M. Dachlan yang diantar oleh sekretaris pribadi H. Fachrurruazy.
Menurut keterangan, rupanya Menag Dachlan baru pertama kalinya menyaksikan film “The Bible” tersebut.

Atas pertanyaan wartawan apakah obyektif penilaian menteri terhadap film tersebut sebagaimana surat yang dikirimkannya kepada Menpen tiga minggu yang lalu padahal waktu itu Menag belum menyaksikan film tersebut. H. Ruslam hanya angkat bahu dan mengatakan umat Islam cukup dewasa untuk menilai film tersebut. (SH)