Selat Malaka Dipetakan Jepang

Selat Malaka Dipetakan Jepang

Jakarta, 25 Maret 1969 – Pemerintah Jepang dewasa ini membujuk Malaysia untuk survey Selat Malaka yang akan menelan biaya US$ 800.000.
survey ini adalah sebagai persiapan untuk memperdalam selat itu agar kapal tangki minyak raksasa yang beratnya sampai 200.000 ton lebih dapat lewat. Kebanyakan kapal tangki raksasa adalah kepunyaan Jepang.

Malaysia tidak memiliki kapal hydrografi dan ahli-ahlinya yang dapat melakukan survey itu.
Jepang kabarnya telah menawakan kepada Malaysia untuk membuat kapal dan mendidik ahli hydrografi.
Tapi sebenarnya Indonesia yang juga berkepentingan pada Selat Malaka sudah sejak lama memiliki kapal hydrografi.

Maksud untuk mencari jalan perairan yang dalam bagi kapal tangki besar itu adalah karena baru-baru ini sebuah kapal tangki Jepang Nisshi Maru seberat 130.000 ton hampir saja kandas pada batu karang yang tidak dipetakan.

Sejak itu semua kapal tangki besar tidak lagi lewat selat Malaka, melainkan lewat selat Sunda yang lebih jauh perjalanannya. Nampaknya keuntungan materi dari survey itu akan jatuh pertama pada Singapura dan Malaysia, Singapura mengharap memperoleh kontrak untuk memperbaiki kapal Jepang, Indonesia kelihatannya tidak akan banyak menarik untung dari survey itu bila caranya begini.

Sedangkan Indonesia adalah juga pihak yang langsung berkepentingan pada lancar atau tidak lancarnya pelayaran di selat.
Maka belakangan ini telah ada pandangan terutama pada pemerintah Singapura bahwa perjalanan tangki kapal tidak bisa lepas dari kerjasama dengan pemerintah Indonesia, pandangan ini juga sudah buat oleh pemerintah Jepang. (SH)