Sarjana Merah Diamankan

Sarjana Merah Diamankan

Jakarta, 13 Maret 1970 – Sarjana lulusan unversitas Rusia dan Eropa Timur yang terbukti melakukan kegiatan anti pemerintah Indonesia dan berusaha membangun kembali PKI, berhasil diamankan oleh pihak yang berwajib baru-baru ini, demikian Minguan CHAS dari sumber yang dapat dipercaya.

Sarjana tersebut adalah anggota dari Fraksi (daftar F) PKI yang disusupkan dalam berbagai instansi pemerintah atau swasta dan selama ini ternyata masih melakukan kegiatan untuk mengembalikan PKI. Mereka umumnya menduduki posisi penting pada departemen disamping memasuki organisasi sarjana seperti Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Dikatakan ada diantara sarjana itu yang berhasil menempati kursi Direktur Jenderal (Dirjen) disalah satu departemen.

Pembinaan oleh Gembong PKI
Dikatakan sebelum bekerja di departemen sarjana itu bertugas di KOPRONEF (Komando Proyek NEFO) yang kini menjadi proyek MPRS/DPRGR, membentuk grup trio seperti grup Ir. K, Ir. W, dan S.Msc, Ir. K sendiri yang merupakan sarjana lulusan Bulgaria pernah membentuk grup trio di negara itu bersama-sama dengan Drs. US dan Ir. M. Grup ini kemudian diperluas Ir. W, Drs. M, Drs. KM, SS, FH, dan SP.

Sarjana dari negara komunis itu ada pula yang memasuki Depertemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan (Depardatam) yang kini menjadi Departemen Perindustrian (Depperin) dan masih bertahan hingga sekarang. Nama seperti Drs. M, Ir. S, Ir. W, Ir. M, Drs. W, Ir. AM, Ir. P, Drs. S, Ir. WS, S SH, Drs. PH, dan Ir. AS merupakan anggota dari satu grup yang dibentuk di lingkungan departemen tersebut dan mendapat pembinaan khusus dari gembong CC PKI Djokosudjono.

Sering melakukan diskusi tentang politik dan perkembangan ekonomi terakhir serta soal partai bertempat di rumah ketuanya Drs. M. Hal ini merupakan tugas yang ditentukan oleh PKI.

Oto kritik Sudisman
Ketika PKI menemui kegagalannya dalam coup 1 Oktober 1965, sarjana tersebut berusaha menghilangkan jejaknya disamping tetap memelihara hubungannya dengan gembong PKI yang menjadi buronan. Mendapat perintah untuk senantiasa mengikuti instruksi partai dan mempelajari KOK (Kritik Oto Kritiknya Sudisman).

Malahan mereka ditugaskan menerima garis perjuangan partai yang disampaikan melalui siaran gelap seperti Mimbar Rakyat.

Dibina di luar negeri
Di luar negeri sewaktu masih sebagai mahasiswa, sarjana tersebut umumnya mendapat pembinaan dari Komite PKI yang khusus dibentuk pada tiap negara. Komite itu tersebar di seluruh negara Eropa Timur dan berada dibawah satu koordinasi yang berkedudukan di Praha Cekoslowakia. Koordinatornya antara lain terdiri dari Sugiri (wakil SOBSI di WPTU, Praha), Marjono (wakil pemuda rakyat di WFDY, Budafest – Hongaria) dan Suhardjo (wartawan Harian Rakyat di Praha).

Komite ini bertugas menarik sebanyak mungkin mahasiswa Indonesia untuk dibina, terutama mereka yang sewaktu di tanah air tidak mau menerima PKI. Mahasiswa yang telah dibina ditingkatkan menjadi kader PKI dan menjadi anggota yang disumpah.