Memperingati Peristiwa 14 Maret Biak

Memperingati Peristiwa 14 Maret Biak

Sinar Harapan, 15 Maret 1969 – Untuk menyambut peringatan “Pemberontakan rakyat Biak melawan penjajahan Belanda” oleh “Gerakan Mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945” pada tanggal 14 Maret 1948 di Biak yang akan dilangsungkan oleh rakyat Biak di Biak (Irian Barat) pada tanggal 14 Maret 1969 ini, maka bersama ini kita tuliskan patriotik tersebut seperti berikut :

Riwayat pemberotakan rakyat Biak 14 Maret 1948
Pada permulaan Agustus 1945 oleh beberapa pemuka rakyat di Irian Barat yang sedang belajar di Holladia (Sukarnapura) telah disepakati untuk merubah Papua menjadi Irian dengan diberi arti politis Ikut Republik Indonesia Anti Nederland.

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 yang meliputi seluruh wilayah mantan Hindia Belanda, oleh beberapa pemuka Irian Barat yang tebal rasa kebangsaan Indonesia, dimulailah kegiatan ilegal membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan membentuk organisasi Partai Kemerdekaan Indonesia Irian dibawah pimpinan Silas Papare dan Partai Indonesia Merdeka dibawah pimpinan Lukas Rum Korem dan Corinus Krey.

Pada tahun 1946/47 oleh Rum Korem dan C. Krey telah diorganisir kekuatan melawan penjajahan Belanda secara fisik. Pada tahun 1947 kedua orang tersebut ditangkap Belanda dan dipenjarakan di Kota Baru (Sukarnapura) sampai tahun 1948.

Proses pemberontakan 14 Maret 1948
Pada tanggal 14 Maret 1948 pemberontakan melawan Belanda meletus di Biak dengan pimpinan :
1. Stefanus Josef
2. Petro
3. Hanoc Rum Barar

Dengan tujuan untuk membuktikan kepada seluruh dunia bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia bukan hanya di Jawa dan daerah lain saja tetapi juga di Irian Barat. Sebagai pernyataan solidaritas terhadap perjuangan saudara sebangsa Indonesia di Jawa dan daerah lainnya yang berkobar-kobar untuk melaksanakan Prokalmasi 17 Agustus 1945.

Sebagai protes terhadap agresi Belanda yang pertama terhadap Republik Indonesi pada tanggal 21 Juli 1947. Sebagai reaksi terhadap propaganda bohong Belanda yang dilancarkan di Irian Barat bahwa pemberontakan melawan kedatangan kembali Belanda di Jawa dan Sumatera bukan perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia tidak terbatas dan terisolir disuatu daerah saja.

Kekuatan rakyat Irian Barat di dalam pemberontakan di Biak ini berjumlah 1000 orang dengan dilengkapi 90 pucuk senjata (senapan) disamping senjata tradisional rakyat Irian Barat sendiri.

Jalannya pemberontakan
Menurut rencana semula pemberontakan akan dilancarkan pada tanggal 14 Maret 1948 jam 24:00 akan tetapi oleh karena sudah tercium dan diketahui Belanda maka jam dimajukan pada jam 18:00.