Lombok Timur Diguncang Gempa

Lombok Timur Diguncang Gempa

Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan bantuan kepada korban terdampak gempa bumi, di Lombok TGimur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (18/3). (Dok. Humas Kementerian Sosial RI)

SHNet, Jakarta– Gempabumi tektonik kembali mengguncang Lombok Timur, Minggu (17/3), pukul 14.07 waktu setempat.. Gempa dengan kekuatan M 5,4 berpusat di darat pada 20 km arah utara Kota Selong Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 19 km,

Selang dua menit kemudian pada pukul 14.09.19 WIB terjadi gempabumi susulan dengan M 5,1 dengan kedalaman 10 km.

BMKG mencatat gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault).

Berdasarkan pendataan yang dilakukan BPBD Lombok Timur, dampak gempa telah menyebabkan 2 wisatawan asal Malaysia meninggal dunia, 44 orang luka-luka, 32 unit rumah roboh dan 499 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan.

Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita, Senin (18/3) bertolak ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melihat langsung proses penanganan bencana.

Dalam kunjungan ini Mensos menyerahkan santunan dan bantuan logistik berupa santunan ahli waris untuk tiga korban meninggal masing-masing Rp15 juta dan logistik tanggap darurat tahap pertama sebesar Rp786.878.190.

Bantuan logistik Kementerian Sosial untuk Lombok Timur terdiri dari 1.000 paket lauk pauk siap saji, velbed 190 unit, 142 kasur, 3.239 bungkus mie instan, 645 paket lauk pauk, 280 lembar tenda gulung, 160 paket family kit, 314 paket makanan anak, 151 paket food ware, 280 selimut, 158 peralatan dapur, 10 payung, 120 paket sandang, 146 paket kids ware, dan 2 unit tenda serbaguna.

Mensos menjelaskan pada tahap awal setelah bencana, telah dilakukan evakuasi korban bencana dan kaji cepat kebutuhan warga agar bantuan dapat segera dikirimkan.

Sebanyak 156 Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia telah diterjunkan ke lokasi. Terdiri dari 20 Tagana Provinsi, 1 Tagana Kota Mataram, 55 Tagana Kabupaten lombok Barat, 20 Tagana Kabupaten Lombok Tengah, 40 Tagana Kabupaten Lombok Timur dan 20 Tagana Kabupaten Lombok Utara.

“Tugas Tagana selain membantu distribusi logistik juga memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) khususnya kepada kelompok rentan di antaranya anak-anak, ibu-ibu, lansia, dan penyandang disabilitas. Karena kondisi psikologis mereka baru pulih dari serangkaian gempa tahun lalu dan kini bencana itu terulang kembali,” katanya.

Mensos pada kesempatan tersebut menyerahkan bantuan santunan ahli waris untuk dua orang ahli waris masing-masing Rp15.000.000. Kedua ahli waris yakni suami korban dan anak korban menerima santunan seraya memeluk erat Mensos. Keduanya tampak menitikkan air mata terharu.

Kepala Biro Humas Kemensos Sonny W. Manalu menjelaskan berdasarkan data sementara (Senin, 18/3) dari Dinsos Kabupaten Lombok Timur, jumlah rumah rusak akibat gempa bumi di Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur sebanyak 4.456 unit terdiri dari rumah rusak berat 869 unit dan sisanya rusak ringan.

Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab merespon bencana gempa tektonik yang terjadi di Lombok Timur. (Stevani Elisabeth)