Lewat PMMB, 9000 Mahasiswa akan Diterima Magang di 113 BUMN

Lewat PMMB, 9000 Mahasiswa akan Diterima Magang di 113 BUMN

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementerian BUMN melakukan MoU untuk Program Magang Mahasiswa Bersertifikat. (Dok. Humas Kemenristekdikti)

SHNet, Tasikmalaya--Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian BUMN menjalin kerjasama Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB).

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dan Menteri BUMN Rini Soemarno di Gedung Mandala, Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/3).

Menristekdikti mengatakan, program ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Menteri Nasir menambahkan bahwa peserta Program Magang ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui di dunia kerja.

Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan ‘link and match’ antara perguruan tinggi sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas dengan perusahaan/industri sebagai pengguna lulusan perguruan tinggi.

“ Perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan dan industri. Jangan sampai perguruan tinggi mengajarkan kurikulum yang tidak mutakhir yang telah ketinggalan. Link and match antara perguruan tinggi dengan industri dapat dilakukan dengan transfer knowledge, transfer teknologi, dan program magang mahasiswa,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Kemenristekdikti telah mendorong dan menuntut perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya memiliki ijazah, namun juga harus memiliki sertifikat kompetensi yang diakui di dunia kerja. Program Magang Mahasiswa Bersertifikat ini merupakan salah satu langkah penting untuk menghasilkan SDM Indonesia yang berkualitas, berdaya saing dan siap kerja.

“Mudah – mudahan kerja sama BUMN dengan Kemenristekdikti dapat meningkatkan SDM Indonesia agar lebih baik ke depannya,” harap Menteri Nasir.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan PMMB ini didesain untuk membantu menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang siap bekerja dan mampu bersaing. Program PMMB akan dilaksanakan minimal selama enam bulan dan diakui sebagai bagian dari SKS mahasiswa di kampus masing. Menteri Rini menargetkan sebanyak 9.000 mahasiswa ikut dalam PMMB 2019 yang tersebar di 113 BUMN.

“Pada tahun 2019 ditargetkan sebanyak 9.000 peserta magang dari 231 perguruan tinggi yang akan dilaksanakan dalam 2 batch di mana pada batch-1 BUMN telah membuka 4.280 posisi di 113 BUMN,” ungkap Menteri BUMN.

Menteri Rini menambahkan bahwa mahasiswa peserta PMMB selain akan mendapatkan sertifikat kompetensi juga akan mendapatkan uang saku. Selain itu peserta PMMB mendapatkan kesempatan pertama dalam program perekrutan karyawan di BUMN.

“ Peserta magang juga mendapatkan sertifikat kompetensi atau sertifikat industri, mendapatkan uang saku, serta memiliki kesempatan pertama jika ada program perekrutan di BUMN,” jelas Menteri Rini. (Stevani Elisabeth)