Kemenpar Luncurkan Website Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk PTN Pariwisata

Kemenpar Luncurkan Website Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk PTN Pariwisata

Uji coba website pendaftaran seleksi bersama masuk PTN Pariwisata. (Dok. Humas kemenpar)

SHNet, Makassar- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi meluncurkan website pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (SBM-PTNP) di bawah naungan Kemenpar.

Acara peluncuran dilakukan oleh Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan (BPIK) Kemenpar Dra. Riwud Mujirahayu, M.Pd. di Balairung I Wayan Bendhi Kampus Politeknik Pariwisata Makassar, kemarin.

Pada kesempatan itu secara simbolis dilakukan proses pengisian formulir pendaftaran online oleh dua orang siswa SMK yang akan mendaftar ke PTN Pariwisata.

Riwud Mujirahayu mengatakan, saat ini dunia pendidikan harus terus bebenah untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. Oleh karena itu kurikulum juga harus menyesuaikan dengan era saat ini, begitupun dengan para tenaga pengajar mereka harus mampu menyesuaikan dengan para peserta didik yang merupakan generasi milenial.

Tidak kalah pentingnya adalah proses pelayanan kepada mahasiswa juga harus terus dikembangkan mengikuti perkembangan teknologi.

“Proses pendaftaran SBM-PTNP merupakan bentuk implementasi atau salah satu bukti dalam pengaplikasian era Pendidikan 4.0. Dimana calon peserta didik tidak lagi melakukan pendaftaran di perguruan tinggi negeri pariwisata yang diinginkan secara manual tetapi dapat dilakukan dengan cara online dengan membuka melalui website yang telah disiapkan” jelas Riwud.

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (SBM-PTNP) di bawah naungan Kementerian Pariwisata telah dimulai sejak tahun 2016. Seleksi bersama ini diinisiasi oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc. dengan nama Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi, Akademi, dan Politeknik Pariwisata (SBMPTNP).

Ketua Panitia SBM-PTNP Tahun 2019, Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed. yang juga Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali mengatakan tujuan dari seleksi bersama ini adalah untuk memberikan akses yang lebih memudahkan dan kesempatan yang lebih besar bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA/SMK/MA/MAK) di seluruh Indonesia untuk mendapatkan pendidikan tinggi berkualitas dan berstandar global di ke enam perguruan tinggi di bawah koordinasi Kementerian Pariwisata.

Selain itu, dengan model seleksi bersama ke enam perguruan tinggi tersebut memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan calon mahasiswa terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Dengan sistem penerimaan terpadu tersebut, diharapkan para calon mahasiswa dapat mengikuti seleksi di enam kota utama pendidikan yaitu di Medan, Bandung, Bali dan Makassar. Terbuka kesempatan bagi peserta tes untuk memilih perguruan tinggi dan program studi manapun di antara ke enam perguruan tinggi tersebut tanpa harus mengikuti tes di kota tempat perguruan tinggi tersebut berada. Sebagai contoh, peserta tes di Medan yang mengikuti ingin masuk ke STP Bandung atau Politeknik Pariwisata Makassar tidak perlu ke Bandung atau Makassar tetapi cukup mengikuti tes di Medan” jelasnya.

Proses pendaftaran SBM-PTNP dibuka mulai 18 Maret 2019 hingga 2 mei 2019 melalui website http://sbmptnp.kemenpar.go.id.

Seluruh informasi dan prosedur pendaftaran seleksi masuk dapat dilihat melalui website pendaftaran tersebut. Proses pelaksanaan seleksi melalui jalur SBM-PTNP akan melalui beberapa tahapan yakni Pendaftaran Online, Tes Seleksi, Pengumuman Tahap 1, Pemeriksaan Kesehatan, Pengumuman Tahap 2, Pendaftaran Ulang. Adapun jenis tes yang harus diikuti oleh seluruh peserta adalah Tes Tulis Bahasa Inggris, Tes Psikologi, Tes Wawancara, dan Pemeriksaan Kesehatan.

Saat ini terdapat enam Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) di bawah naungan Kementerian Pariwisata yakni Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali, Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Makassar, Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Medan, Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Palembang, dan Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Lombok. (Stevani Elisabeth)