Gagasan Pengelompokan Partai Bisa Dipahami

Pertemuan Konsultasi Presiden Dengan Parpol :

Gagasan Pengelompokan Partai Bisa Dipahami

Sebagai Langkah Pertama Menuju Penyederhanaan

Jakarta, 28 Februari 1970 – Presiden Soeharto hariJum’at malam telah mengadakan pertemuan konsultasi dengan pemimpin sembilan partai politik, masing-masing dari PNI, IPKI, Murba, Partai Khatolik, Parkindo, NU, PSII, Partai Muslimin Indonesia, dan Perti bertempat di Istana Merdeka, Jakarta, untuk menjajagi gagasan pengelompokan partai.

Kesembilan partai tersebut bisa memahami gagasan Presiden Soeharto itu sebagai langkah pertama menuju penyederhanaan partai politik sesuai dengan Ketetapan MPRS No. XXII.

Partai tersebut di atas masih akan mengadakan musyawarah diantara mereka sebagai follow-up dari pertemuan konsultasi dengan Kepala Negara itu untuk merumuskan segi tekhnis dari pengelompokan partai.

Presiden Soeharto dalam gagasannya mengenai pengelompokan partai terdiri dari tiga yaitu dari tiga pengelompokan yaitu golongan materiel, spirituil, dan karya.

Pertama selama dua jam Presiden Soeharto menerima partai PNI, IPKI, Murba, Partai Khatolik, dan Parkindo. Kelima partai ini merupakan kelompok materiel, kecuali Partai Khatolik dan Parkindo sebagai dikatakan oleh Ketua Umum Partai Murba Sukarni kepada pers selesai pertemuan bahwa kedua partai ini menekankan perjuangannya pada segi materiel – spirituil.

Selesai pertemuan dengan kelima partai di atas, Presiden Soeharto juga selama dua jam menerima partai Islam NU, PSII, Partai Muslimin dan Perti.

Respon dari PNI positif
Sekjen DPP PNI Prof. Osep Ranuwidjaja SH mengatakan kepada “Antara” bahwa PNI mendapat gambaran yang lebih jelas lagi mengenai gagasan Presiden Soeharto itu.

Dengan penjelasan itu respon dari PNI terhadap pengelompokan partai positif dan menerima dengan ketentuan akan meninjau lebih jauh bagaimana pelaksanaannya secara lebih praktis.

Ide Khatolik sejak tahun 1968
Lo SH Ginting dari Partai Khatolik menjelaskan kepada pers bahwa partainya sejak tahun 1968 telah mencetuskan penyederhanaan partai sebagai keputusan dari kongres Partai Khatolik.

Dikatakan bahwa Partai Khatolik bersedia meleburkan diri dalam pengelompokan yang lebih besar. Dalam pengelompokan menurut Khatolik berdasarkan tiga hal yaitu ideologi Pancasila, prinsip politik dan apabila ini telah tercapai diteruskan dengan program.

Menurut LO SH Ginting, Presiden Soeharto dalam masalah pengelompokan partai didasarkan atas dua aspek yaitu pengelompokan menghadapi pemilihan umum dan penyederhanaan partai sesuai dengan ketetapan MPRS. (SH/Ant)