Dokumentasi Negara Tak Beres

Dokumentasi Negara Tak Beres

Dokumen-Dokumen Penting Di-loak-an

Jakarta, 20 Maret 1970 – Dokumen penting negara dari beberapa Jawatan dan Kementerian Pemerintah, diantaranya ada yang bersifat “rahasia” belakangan ini terdapat secara berlimpah di tukang loak yang membelinya secara kiloan, harga sekilo Rp. 50.

Dokumen itu macam-macam sifatnya, ada yang berisi surat menyurat dengan negeri asing, ada yang mengenai kontrak pembelian dan ada yang berisi keterangan tentang surat jalan tokoh penting seperti misalnya keterangan mengenai bekas Pemimpin Redaksi Antara dan bekas duta besar di Peking Djawoto.
Juga ada keterangan dari bekas Wakil Ketua Konstituante jaman Orla, Ir. Sakirman mengenai perjalanan Anwar Sanusi keluar negeri.

Terdapat pula satu berkas dokumen yang bernilai dari Biro Finek dari tahun 1959 mengenai pembelian 59 mobil Zephyr asal dari Reimbeursement dari PBB. Selanjutnya ada dokumen bernomor 8030/a/47 yang lebih muda umurnya dari tahun 1968, tepatnya 20 Mei 1968 mengenai kontrak pembelian antara Markas Besar Angkatan Laut Direktorat Elektronika dan Aerial Electric Company LTD untuk pembelian alat-alat radio dan listrik seharga Rp. 1.614.000.

Dokumen itu semua authentik dengan cap jawatan yang bersangkutan dan tanda tangan kepala yang bertanggung jawab.

Bagaimana sampai di loak ?
Bagaimana bisa sampai di loak sedang diselidiki oleh yang berwajib.
Kesasarnya dokumen itu diloak menandakan bahwa dokumentasi negara belum beres sama sekali untuk menyimpan dokumen yang sudah kadaluarsa atau dianggap kurang penting, maka jalan yang paling mudah ialah membakar kertas-kertas itu.

Diduga bahwa karena harga tinggi kertas kiloan, maka ada orang yang tidak menjalankan kebijaksanaan membakarnya, melainkan menjualnya kepada loak.
Tumpukan dokumen itu yang bergudang-gudang banyaknya bisa mencapai berat ribuan kilogram. (SH)