Desa Kebonagung Sentra Penghasil Jeruk Nipis Terbesar di Gresik

Desa Kebonagung Sentra Penghasil Jeruk Nipis Terbesar di Gresik

SHNet, Jakarta – Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur merupakan salah satu sentra penghasil jeruk nipis terbesar di Gresik. Dimana warganya mayoritas merupakan petani jeruk nipis dan luas lahan kebun jeruk mencapai 80 hektar lebih.

Salah satu alasan warga membudidayakan tanaman jeruk nipis adalah bibit jeruk nipis yang tergolong cukup murah dan perawatannya juga cenderung begitu mudah.

Bahkan, petani hanya menggunakan pupuk kandang yang dibuat sendiri dari kotoran sapi maupun ayam.  Tak hanya ditanam di ladang, warga juga menaman tanaman jeruk nipis di pekarangan rumahnya masing-masing.

Petani jeruk nipis Desa Kebonagung, H. Mulyono (55) menceritakan awal mula ia mulai menanam tanaman jeruk nipis.

Pada tahun 2014 silam dirinya bersama petani lain di Desa Kebonagung mulai mengembangkan tanaman jeruk nipis.

“Di sini dulu penghasil jeruk buah, tapi pada tahun 2014 beralih ke tanaman jeruk nipis karena budidayanya mudah. Sedangkan jeruk manis itu sulit sebab banyak penyakitnya,” katanya.

Untuk modal menamam jeruk nipis, H. Mulyono mengaku mendapat bibit dari luar daerah yakni Blitar dan Tulungagung. Satu pohon bibit jeruk nipis dihargai Rp 8.000.

Dalam lahan 4 hektar yang dikelola Mulyono, rata-rata penghasilannya sangat memuaskan. Satu pohon jeruk nipis yang ditanam menghasilkan satu kilogram dengan masa panen satu seminggu sekali.

“Umur pohon dua tahun bisa menghasilkan 1 Kilogram dengan panen sebulan sekali. Ini saya punya empat hektar bisa menghasilkan 50 juta,” tambahnya.

Selama ini, pasar menyerap habis jeruk nipis dari petani. Mulyono mengatakan, jeruk nipis dikirim ke Surabaya dan Lamongan. (Maya)